Kamis, 23 Juli 2026
Logo

Mengenal Lebih Dekat Tangerang Selatan, Kota Sejuta Pendatang Yang Punya Lokasi Strategis dan Banjir Peluang

Minggu, 29 Sep 2024 | 09:40 WIB
Tugu pamulang sebagai ikon Tangerang Selatan (Dok. GenPi)
Tugu pamulang sebagai ikon Tangerang Selatan (Dok. GenPi)

JawaPos.com - “Berbeda-beda tetap satu jua”, inilah semboyan yang dipegang teguh oleh kota Tangerang Selatan atau yang akrab disapa Tangsel. Di kota yang memiliki luas 147 kilometer persegi ini, beragam suku dan budaya melebur menjadi satu. 


Multietnis membuat Tangerang Selatan menjadi kota yang kaya akan budaya, kreativitas, dan tinggi toleransi. Hal ini sesuai visi yang dipegang Tangsel, yakni “Cerdas, Modern, dan Religius”.

Awalnya, etnis yang mendominasi di Tangsel adalah Suku Sunda, Tionghoa, dan Betawi. Mereka mulai datang sejak era penjajahan Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, suku Banten, Jawa, Minangkabau, dan suku lainnya dari dalam negeri maupun luar negeri turut meramaikan kawasan  Tangerang Selatan.

Kondisi demografis di Tangsel menjadi daya tarik bagi sejumlah pendatang untuk bisa mencoba peruntungan, sekaligus mencari suasana baru.

Berikut beberapa faktor kondisi demografis Tangsel yang cukup menarik perhatian pendatang. 

  1. Migrasi dan Urbanisasi 

Perpindahan penduduk dari daerah lain biasanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, adanya perkawinan antarpenduduk, bahkan pemerataan penduduk yang diprogramkan oleh pemerintah.

  1. Pusat Ekonomi

Tangerang Selatan yang memiliki nilai Upah Minimum Regional (UMR) yang cukup tinggi di Indonesia, yakni kisaran Rp4.670.791. Hal ini menjadi daya tarik bagi pendatang dari berbagai daerah untuk berbondong-bondong mencari peluang kerja di Tangerang Selatan.

  1. Letak Geografis yang Strategis

Letak Tangerang Selatan berada di salah satu wilayah kunci perekonomian Indonesia. Di sebelah utara bersebelahan dengan Kota Tangerang, di timur bersebelahan dengan Jakarta Selatan, di barat bersebelahan dengan Kabupaten Tangerang, dan selatan bersebelahan langsung dengan Kabupaten Bogor dan kota Depok.

Kondisi multikultural ini bisa menjadi ladang keuntungan bagi Tangerang Selatan. Tetapi, pemerintah setempat perlu melakukan mitigasi kotanya dari krisis identitas budaya.

Tanpa budaya penyokong, nilai budaya akan terkikis karena kurangnya perhatian pada budaya lokal Tangerang Selatan.

 

 


Artikel Terkait

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

Rekomendasi tempat makan di Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat cocok untuk menikmati makan siang dengan suasana nyaman dan pilihan menu yang beragam.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan pindah kantor efektif mulai 30 Maret 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia