Kamis, 30 Juli 2026
Logo

Hadapi Disiplin Ketat di Asrama, Siswa Sekolah Rakyat Tangsel Pilih Mundur

Senin, 20 Okt 2025 | 16:25 WIB
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel Mohammad Ervin Ardani. (FOTO: Muhtamimah/Jawa Pos)
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel Mohammad Ervin Ardani. (FOTO: Muhtamimah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) terus berjalan di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, sejumlah siswa di SRMA 33 Kota Tangsel diketahui memilih mengundurkan diri karena tak sanggup menyesuaikan diri dengan pola hidup dan kedisiplinan yang diterapkan.


Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel Mohammad Ervin Ardani menjelaskan, dari 17 siswa asal Tangsel yang diterima di Sekolah Rakyat, kini tersisa 16 siswa aktif. Satu siswa resmi mengundurkan diri sejak September lalu.

"Sekarang tinggal 16 orang. Yang satu sudah mundur. Kalau dilihat sih penyebabnya bukan karena ekonomi, tapi lebih ke mental dan penyesuaian diri," kata Ervin kepada Jawa Pos, kemarin (20/10).

Dia menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat tinggal di asrama yang sudah disediakan. Para siswa harus menjalani rutinitas ketat, seperti bangun pagi, mandi, sekolah dan kegiatan disiplin lainnya.

"Yang biasa nonton TikTok, bangun siang, atau merokok, tiba-tiba harus bangun pagi, nggak boleh pegang HP. Nah, itu yang bikin banyak yang nggak kuat. Walaupun alasannya macam-macam, tapi intinya ya soal mental dan kedisiplinan," ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut Ervin, berdasarkan data terakhir dari Kemensos, jumlah siswa di SRMA 33 Kota Tangsel saat ini ada 138 orang. Sebelumnya, jumlahnya mencapai 150 siswa, namun 12 di antaranya telah mengundurkan diri atau tidak melanjutkan.

"Yang mundur totalnya 12, dari semua kabupaten dan kota di Banten, kecuali Lebak. Kalau dari Tangsel tetap satu, belum ada perubahan sejak September," jelasnya.

Meski ada yang mundur, Ervin menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tetap mendapat dukungan penuh dari Pemkot Tangsel. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan karakter secara menyeluruh.

"Saya pribadi sangat mendukung. Ini kesempatan besar bagi anak-anak untuk punya masa depan lebih baik. Sekolah Rakyat bukan hanya mengajarkan akademik, tapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan. Kita ingin semua anak punya kesetaraan untuk meraih mimpi dan cita-cita," pungkasnya.


Artikel Terkait

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

10 Rekomendasi Tempat Makan Siang di Tangsel yang Enak dan Nyaman

Rekomendasi tempat makan di Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat cocok untuk menikmati makan siang dengan suasana nyaman dan pilihan menu yang beragam.

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

BMKG Tangsel Imbau Masyarakat Waspada! Potensi Hujan Lebat hingga 13 April 2026

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di Provinsi Banten pada periode 08 – 13 April 2026.

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Efektif 30 Maret 2026! Disdukcapil Tangsel Pindah Kantor ke Cilenggang, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Adminduk

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan pindah kantor efektif mulai 30 Maret 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia