Sabtu, 1 Agustus 2026
Logo

Lapangan Kerja Makin Terbatas, Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Dibekali Keterampilan Praktis! Kemenag: PTKI Jadi Jembatan

Minggu, 4 Mei 2025 | 11:25 WIB

Ilustrasi pendidikan tinggi islam. (Dok. Pendis Kemenag)
Ilustrasi pendidikan tinggi islam. (Dok. Pendis Kemenag)

JawaPos.com - Lulusan perguruan tinggi menghadapi tantangan cukup berat. Mulai dari lapangan pekerjaan yang semakin terbatas. Serta persoalan di dunia kerja yang kian kompleks. Untuk mengatasinya, sejak di bangku kuliah perlu dibekali kemampuan praktis sesuai kebutuhan industri. 


Keterangan tersebut disampaikan langsung Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno dalam peluncuran program magang Professional Readiness Through Internship and Mentor Ship for Academics (PRIMA). Dia mengatakan salah satu tantangan terberat bagi perguruan tinggi saat ini adalah memastikan bagaimana alumni dari sebuah kampus bisa diterima di dunia kerja. 

Kondisi ini disebabkan kompleksnya tantangan dunia kerja. Ditambah jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas. Situasi ini menuntut alumni PTKI (perguruan tinggi keagamaan Islam) memiliki soft skill untuk dapat bersaing. "Dengan tantangan yang sangat kompleks dibutuhkan inovasi, bagaimana perguruan tinggi harus punya cara-cara yang inovatif," kata Suyitno dalam keterangannya Sabtu (3/5).

Inovasi itu harus bisa dijadikan instrumen agar para alumni ini mendapatkan peluang pekerjaan. Tantangan yang tidak kalah ekstrimnya hari ini, dalam banyak hal juga mengalami distorsi. "Dengan adanya tantangan menyangkut kecerdasan buatan yang membuat sekian profesi menjadi terdegradasi, bahkan hilang," tutur Suyitno.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk itu Program PRIMA Magang PTKI itu sebagai wujud negara hadir dalam rangka menjembatani antara alumni PTKI yang jumlahnya begitu besar. Dengan dunia kerja yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis yang baik, tetapi juga soft skill sebagai penunjang profesi di dunia kerja.

"Lahirnya program yang digagas Direktorat Diktis ini harapannya menjadi jembatan, bahwa negara hadir untuk memberikan jembatan agar PTKI sadar betul akan kebutuhan, bagaimana mengafirmasi kebutuhan dunia kerja. Suyitno mengatakan bahwa upaya sifatnya wajib. "Jadi para pimpinan PTKI jangan berpuas diri jika sudah meluluskan mahasiswa, tetapi juga memikirkan anak ini bagaimana kedepan," tandasnya.

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron menjelaskan, Prima Magang PTKI bukan hanya sekedar program magang biasa. Karena program ini didesain dengan sistem pendampingan dan monitoring, yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari para profesional di lapangan. Dengan demikian mereka dapat mengintegrasikan ilmu akademik dengan realita praktik kerja.

"Launching Program Prima Magang PTKI sebagai bagian dari iktiar kita dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan keagamaan islam atau lembaga pendidikan keagamaan islam dengan dunia industri," tuturnya. Program itu hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kompetensi lulusan PTKI agar selaras dengan dunia kerja yang terus berubah. 

Kemenag ingin lulusan PTKI tidak hanya kuat dalam keilmuan. Tetapi juga Tangguh secara karakter, terampil dalam praktik dan siap beradaptasi di tengah kompleksitas dunia nyata. 

Sebagai informasi PRIMA Magang PTKI hadir untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di luar bangku kuliah. Kemudian membentuk lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi di dunia profesional. Program ini juga menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Lalu membantu menghadirkan talenta-talenta unggul yang siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional. 

Dengan mengikuti PRIMA Magang PTKI, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi akademik dan profesional. Tetapi juga membangun jejaring, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri lebih baik untuk masa depan karier mereka.

"Saya berharap semoga program ini dapat berjalan lancar, membawa manfaat yang besar, dan menjadi contoh peningkatan kualitas Pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional, semoga Allah memberkahi setiap Langkah kita." pungkas Sahiron. 

 


Artikel Terkait

Idul Adha Diperkirakan Berlangsung Serentak, Kementerian Agama Jadwalkan Sidang Isbat 17 Mei 2026

Idul Adha Diperkirakan Berlangsung Serentak, Kementerian Agama Jadwalkan Sidang Isbat 17 Mei 2026

Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan pelaksanaan sidang isbat pada 17 Mei. Menurut sejumlah analisis, Idul Adha tahun ini diperkirakan berlangsung serentak pada 27 Mei.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia