Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Pertempuran Bastogne: Kisah Heroik Tentara Amerika Gagalkan Serangan Balik Jerman di Perang Dunia II

Jumat, 28 Feb 2025 | 22:00 WIB
Tank pasukan Amerika Serikat sedang bergerak membantu pasukan yang terkepung, Desember 1944. (Dok. Fox News)
Tank pasukan Amerika Serikat sedang bergerak membantu pasukan yang terkepung, Desember 1944. (Dok. Fox News)

JawaPos.com - Perang Dunia II merupakan konflik yang paling mematikan dalam sejarah manusia. Konflik yang terjadi di seluruh benua, termasuk Amerika, telah memakan sebanyak 70 - 85 juta korban jiwa sebagaimana yang dikutip dari statista.com. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban jiwa berasal dari golongan warga sipil.


Menjelang tahun 1944, Jerman sudah berada di ambang kekalahan. Keberhasilan pasukan Sekutu Barat, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan beberapa negara lainnya, dalam melakukan pendaratan di Pantai Normandia, Prancis, menjadi titik balik penting dalam perang. Sementara itu, di Front Timur, pasukan Uni Soviet semakin menekan Jerman dengan melancarkan serangan besar-besaran ke Polandia, Rumania, dan Hongaria, yang saat itu berada di bawah pendudukan Jerman. Serangan ini melemahkan kekuatan militer Jerman secara signifikan, membuat posisi mereka semakin terdesak di berbagai lini pertempuran.

Hingga akhir tahun 1944, Prancis, Luksemburg, sebagian besar Belgia, dan beberapa wilayah di Belanda telah berhasil dibebaskan dari pendudukan Jerman. Namun, pada 16 Desember 1944, Jerman melancarkan serangan balik di Hutan Ardennes yang mencakup wilayah Belgia, Luksemburg, dan Prancis. Serangan ini terjadi di tengah musim salju yang sangat dingin, dengan salah satu pertempuran paling terkenal yang terjadi adalah Pertempuran Bastogne.

Dilansir dari landofmemory.eu, Kota Bastogne menjadi lokasi strategis bagi Sekutu karena terletak di persimpangan jalan utama di Hutan Ardennes. Jerman menyadari pentingnya kota ini dan berusaha merebutnya untuk mencapai tujuan utama mereka dalam kampanye militer musim dingin 1944.

Pertempuran Bastogne, yang merupakan bagian dari Pertempuran Bulge, dimulai pada 17 Desember 1944. Menurut asomf.org, Kota Bastogne dan St. Vith diserang secara besar-besaran oleh pasukan Jerman. Pada 22 Desember, kota Bastogne telah sepenuhnya terkepung oleh musuh. Divisi Pasukan Payung ke-101 Amerika Serikat, yang bertugas mempertahankan kota, mengalami kesulitan menghadapi jumlah pasukan dan kendaraan lapis baja Jerman yang jauh lebih besar.

Divisi Pasukan Payung ke-101 saat itu dipimpin oleh Brigadir Jenderal McAuliffe. Saat Jerman mengirimkan utusan untuk menawarkan kesempatan bagi tentara Amerika Serikat di Bastogne agar menyerah, McAuliffe memberikan jawaban singkat dan tegas, "Nuts!" yang menandakan bahwa pasukannya akan tetap bertahan hingga titik darah penghabisan.

Jerman kemudian mulai menyerang kembali, kali ini didukung dengan Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman. Serangan ini berlanjut selama empat hari. Sementara itu, dilansir dari britannica.com, divisi ke-5 Jerman mulai melewati Bastogne guna mencapai tujuan awal dari kampanye militer Jerman yang ingin merebut Kota Antwerp.

Divisi Jerman tersebut terus maju hingga hanya berjarak 6 km dari Sungai Meuse. Namun, laju mereka terhenti lantaran sudah keilangan momentum dan juga kehabisan bensin. Selain itu, membaiknya kondisi cuaca memungkinkan Angkatan Udara Sekutu untuk kembali beroperasi setelah sebelumnya tertunda akibat salju tebal. Serangan udara Sekutu memperlambat laju pasukan Jerman dan memberikan waktu bagi pasukan Amerika Serikat untuk bertahan.

Di Bastogne, Divisi Lintas Udara ke-101 masih bertahan meskipun mengalami korban yang cukup tinggi. Berdasarkan britannica.com, kegigihan anak buah McAuliffe menghambat rencana Jerman, membuat mereka kehilangan banyak waktu dalam mencapai tujuan strategis mereka.

Situasi di Bastogne berubah drastis ketika Tentara Ketiga Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal George S. Patton bergerak cepat menuju kota yang terkepung. Dilansir dari history.com, pada 26 Desember 1944, pasukan Patton tiba dan menyerang posisi Jerman, berhasil membebaskan pasukan McAuliffe yang telah bertahan selama empat hari dalam pengepungan.

Serangan balasan Patton mengakhiri Pertempuran Bastogne secara resmi. Namun, pertempuran ini membawa dampak besar bagi kedua belah pihak. Berdasarkan laporan dari abmc.gov, pertempuran ini menyebabkan 75.000 korban di pihak Amerika Serikat dan sekitar 100.000 korban di pihak Jerman, termasuk mereka yang tewas, terluka, dan tertawan.

Pertempuran Bastogne merupakan simbol dari kegigihan pasukan Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Setelah mengalami kekalahan dari pertempuran tersebut, posisi militer Jerman semakin terdesak yang dibarengi dengan masuknya Pasukan Soviet Rusia dari Polandia. Terkepungnya Jerman di antara Sekutu Barat dan Rusia mengakibatkan mereka menyerah pada 8 Mei 1945 setelah hampir enam tahun peperangan di Eropa. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
Sumber : history.com, britannica.com, Statista.com, abmc.gov, asomf.org, landofmemory.eu
Bagikan:

Artikel Terkait

Tembus 63 Juta Penonton, Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Siaran TV di Amerika Serikat

Tembus 63 Juta Penonton, Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Siaran TV di Amerika Serikat

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina pecahkan rekor 63 juta penonton di AS. Gol Ferran Torres bawa La Roja juara usai bekuk Argentina 1-0.

Iran Serentak Bombardir Enam Negara, Serangan Balasan Menyasar Fasilitas Militer Amerika Serikat

Iran Serentak Bombardir Enam Negara, Serangan Balasan Menyasar Fasilitas Militer Amerika Serikat

Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia. Serangan yang dilancarkan hampir bersamaan ke beberapa negara itu disebut sebagai balasan.

Perang Makin Meluas, Iran dan Amerika Saling Serang Kapal di Teluk Oman dan Selat Hormuz

Perang Makin Meluas, Iran dan Amerika Saling Serang Kapal di Teluk Oman dan Selat Hormuz

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyita sebuah kapal tanker minyak dalam operasi khusus.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia