Puasa Sunnah Februari 2025: Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban, Ini Waktu Pelaksanaannya Lengkap dengan Bacaan Niat

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (Hadits Riwayat. Al-Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy, juz III, hal. 53, hadits no. 1979).
Menariknya, pada Februari 2025, bertepatan dengan datangnya bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bersamaan dengan peringatan Nisfu Syaban, yang dikenal sebagai malam penuh keberkahan dan menjadi bulan terakhir sebelum memasuki Ramadhan.
Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Februari 2025
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh pada Februari 2025 yang bertepatan dengan bulan Syaban 1446 H:
- Hari Pertama: Rabu, 12 Februari 2025 atau 13 Syaban 1446 Hijriah.
- Hari kedua: Kamis, 13 Februari 2025 atau 14 Syaban 1446 Hijriah.
- Hari Ketiga: Jumat, 14 Februari 2025 atau 15 Syaban 1446 Hijriah yang bertepatan dengan Nisfu Syaban.
Bagi yang ingin menjalankan ibadah ini, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Saya berniat berpuasa sunnah pada Hari Putih (Ayyamul Bidh) karena Allah Ta’ala."
Ketentuan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
- Membaca niat berpuasa.
- Makan sahur sebelum terbit fajar.
- Menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa.
- Memperbanyak amalan seperti membaca sholawat dan Al-Quran.
- Menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba.
Keutamaan dan Niat Puasa Nisfu Syaban
Selain memperoleh pahala berlipat pada Nisfu Syaban, waktu ini juga dianggap sebagai malam di mana amalan manusia diangkat ke langit dan merupakan kesempatan untuk memperbanyak doa dan ibadah.
Puasa ini termasuk dalam ibadah sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan.
Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa Nisfu Syaban, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata-lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syaban sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta'ala."



