Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasien Kanker Ternyata Bisa Konsumsi Gula Asal Memperhatikan Jumlah dan Hal Lain Berikut Ini

A

Ilustrasi pasien kanker. (Dok. Lactalis Nutrition)
Ilustrasi pasien kanker. (Dok. Lactalis Nutrition)


Advertisement

JawaPos.com - Sebagai orang awam yang bukan bagian dari komunitas medis ataupun pasien kanker, kita selalu mengira pasien kanker memiliki banyak pantangan. Seperti gula atau pemanis-pemanis lainnya. Tapi apakah itu benar dan sesuai dengan kenyataan? 

Dilansir dari laman Leukemia & Lymphoma Society, pasien kanker dapat mengkonsumsi gula dalam jumlah tertentu saja karena gula tidak menyebabkan kanker. 

Pasien kanker biasanya akan mengalami kesusahan untuk menelan atau mencerna makanan, sehingga banyak dari mereka mengalami malnutrisi dan kehilangan berat badan. Karena itu, terlalu banyak pantangan akan menyebabkan para pasien lebih stres dan kehilangan selera makan. 

Advertisement

Selain itu, usaha untuk mengurangi gula juga memakan tenaga dan waktu lebih banyak untuk mereka. Maka disarankan konsumsi gula per harinya untuk dikurangi 10 persen dari jumlah kalori. 

Dilansir dari Osher Center for Integrative Health, memang ada bukti bahwa konsumsi gula yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya resiko kanker dan kekambuhan kanker. 

Selain itu, kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan kondisi seperti kadar insulin tinggi dan obesitas, yang keduanya dapat meningkatkan resiko kanker. 

Dalam laman ini juga disarankan untuk makan makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sebanyak seperempat piring kita, protein seperempat piring, dan sisa setengahnya adalah sayuran warna-warni. 

Apabila bisa, hindari karbohidrat seutuhnya. Bahkan pada cemilan campurkan karbohidrat dengan sedikit protein atau lemak sehat. 

Disarankan juga untuk memilih karbohidrat yang kaya serat dan tidak diproses terlalu banyak. Contohnya, gandum utuh, jelai, gandung potong kasar, kacang-kacangan, sayuran daun, dan sebagian besar buah (bukan jus). 

Jangan lupa membaca label dan daftar bahan secara seksama, karena terkadang ada pemanis-pemanis yang ditulis dengan nama-nama lain atau tidak dikenal oleh orang awam. 

Seperti: sirup jagung, malt gandum, dextrose, konsentrat jus buah, maltose, maltodextrin, dextrin, sirup beras coklat, sorbitol, jus tebu, mannitol, madu, sirup maple, molase, gula bit, agave, dan lain-lain. 

Dilansir dari laman MD Anderson Cancer Center, pemanis buatan perlu dibatasi. Pemanis buatan memang rendah kalori, tapi bukan berarti sehat untuk tubuh kita. Terkadang malah tidak memiliki khasiat kesehatan sama sekali. 

Diingatkan kembali pada laman ini, gula tidak menyebabkan penyebaran kanker. Tapi beberapa jenis gula tidak memiliki fungsi kesehatan yang dibutuhkan oleh pasien kanker. 

Sehingga disarankan untuk memilih minuman jus buah asli daripada minuman manis yang penuh dengan bahan kimia. Mengurangi makanan manis seperti es krim, permen, roti-roti kering, dan kue. Serta sebaiknya mengkonsumsi buah langsung atau coklat hitam untuk pencuci mulut. 

Ditemukan juga beberapa bumbu dapur yang dapat mengurangi kadar gula darah, seperti kayu manis, bawang bombay, bawang putih, daun bawang, daun salam, dan cengkeh. 

Advertisement
Editor : Hendra

Artikel Terkait

5 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Jarang Disadari, Jangan Diabaikan!

5 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Jarang Disadari, Jangan Diabaikan!

Sering ngidam manis atau kulit mulai keriput? Waspada, itu tanda tubuh Anda sudah kelebihan gula. Kenali 5 sinyal alarmnya di sini sebelum terlambat!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer