
JawaPos.com — Puluhan calon jemaah umrah menggeruduk kantor biro perjalanan haji dan umrah Kiswah Haramain Travelindo di Desa Grogol, Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (5/9). Mereka telah membayar tiket dan mendapat jadwal keberangkatan ke Tanah Suci. Namun, rencana tersebut meleset tanpa kejelasan.
"Saya sudah sepuluh hari di-PHP-in. Katanya berangkat, ini tidak berangkat-berangkat," ucap salah seorang calon jemaah umrah asal Situbondo yang mendatangi rumah Romlayati di Tulangan, Sidoarjo, pekan lalu.
Dia menggeruduk rumah sekaligus kantor biro perjalanan itu bersama puluhan calon jemaah umrah karena tidak mendapat kejelasan keberangkatan.
Selain Sidoarjo, mereka berasal dari Jakarta, Situbondo, Probolinggo, Gresik, dan Surabaya. Mereka telah membayar Rp 35 juta hingga Rp 46 juta untuk paket perjalanan umrah dan dijanjikan terbang ke Tanah Suci pada 28 Agustus 2026.
Pada 25 Agustus 2026, mereka datang ke meeting point pemberangkatan dan menginap di Hotel Sinar, Sidoarjo, tak jauh dari Bandara Juanda Surabaya. Hingga hari keberangkatan, mereka masih diminta tinggal di hotel karena visa belum terbit.
Pihak travel menjanjikan visa keluar pada Kamis (3/9) dan bakal memberangkatkan jemaah secara bertahap pada Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9). Namun, hingga tanggal tersebut, tidak ada yang diberangkatkan.
Karena tidak ada kejelasan tanggal keberangkatan, mereka mendatangi rumah Romlayati. Di rumah tersebut, mereka menumpahkan kekecewaan.
Ada yang meminta tetap berangkat karena sudah telanjur pamitan kepada keluarga dan tetangga. Ada pula yang meminta uang dikembalikan.
Kondisi semakin memanas ketika pihak travel mengaku tidak memiliki biaya untuk memberangkatkan jemaah umrah sesuai kesepakatan awal.
"Pak polisi amankan orang ini, Pak," ucap seorang pria kepada anggota Polsek Tulangan, Sidoarjo, yang berusaha mengendalikan amarah calon jemaah.



