Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transaksi Kripto Turun, Pengguna Justru Bertambah hingga Juli 2026

M
Penulis: M. Salsabil Adn❯
Ilustrasi kripto Bitcoin dkk. Transaksi kripto di pasar spot turun pada Juli 2026, tetapi jumlah pengguna aset kripto Indonesia terus bertambah. OJK ungkap penyebabnya. (Dok. JP)
Ilustrasi kripto Bitcoin dkk. Transaksi kripto di pasar spot turun pada Juli 2026, tetapi jumlah pengguna aset kripto Indonesia terus bertambah. OJK ungkap penyebabnya. (Dok. JP)

Advertisement

JawaPos.com – Pasar kripto Indonesia belum sepenuhnya bergairah. Nilai transaksi aset kripto di pasar spot sepanjang Juli 2026 merosot menjadi Rp20,52 triliun. Namun, penurunan aktivitas perdagangan itu justru terjadi ketika jumlah pengguna aset kripto terus bertambah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen aset kripto mencapai. Angka tersebut tumbuh 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital OJK Adi Budiarso mengatakan, pelemahan transaksi juga terjadi pada perdagangan derivatif aset keuangan digital.

Advertisement

Nilai transaksi derivatif tercatat Rp3,41 triliun pada Juli 2026. ”Ini disinyalir sesuai dengan dinamika dan fluktuasi nilai transaksi,” ujarnya kemarin (9/9).

Penurunan nilai transaksi menunjukkan aktivitas perdagangan kripto tengah menghadapi tekanan setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut belum membuat minat masyarakat terhadap aset digital ikut surut.

“Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset digital termasuk aset kripto di Indonesia secara umum masih terjaga dan menunjukkan perkembangan yang positif,” jelas Adi.

Advertisement

PASAR SIDEWAYS BIKIN TRADER SELEKTIF

CEO FLOQ Yudhono Rawis menilai, pergerakan pasar yang cenderung sideways menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan.

Ketika harga aset bergerak dalam rentang yang relatif terbatas dan belum memiliki katalis kuat, investor maupun trader cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Dampaknya, volume transaksi ikut tertekan.

“Kalau kita melihat dari perspektif industri, penurunan volume transaksi dalam satu bulan merupakan bagian dari dinamika pasar. Yang menarik justru jumlah pengguna masih bertumbuh,” jelasnya.

Menurut Yudhono, pertumbuhan jumlah akun menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap aset digital masih terjaga. Kondisi tersebut menjadi modal bagi industri untuk memperkuat ekosistem, bukan sekadar mengejar lonjakan volume transaksi saat harga aset bergerak tinggi.

Advertisement

Artikel Terkait

AS Ajukan Penyitaan Kripto Rp 950 M, Diduga dari Penjualan Minyak Gelap

AS Ajukan Penyitaan Kripto Rp 950 M, Diduga dari Penjualan Minyak Gelap

AS mengajukan penyitaan kripto senilai Rp 950 miliar yang diduga berasal dari penjualan minyak Iran di pasar gelap dan terkait pendanaan militer.

DPR Perkuat Koordinasi Lintas Lembaga, Dasco Tekankan Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi

DPR Perkuat Koordinasi Lintas Lembaga, Dasco Tekankan Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi

DPR memperkuat koordinasi dengan pemerintah, BI, OJK, dan Danantara. Dasco menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan ekonomi nasional.

OJK Buka Kepemilikan Saham BEI, Maksimal 5 Persen per Pemegang Saham

OJK Buka Kepemilikan Saham BEI, Maksimal 5 Persen per Pemegang Saham

OJK membuka kepemilikan saham BEI kepada publik dan badan hukum Indonesia dengan batas maksimal 5 persen untuk menjaga independensi bursa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer