Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Dorong Sanitasi Layak! Tri Adhianto Targetkan Bekasi Bebas 'WC Helikopter', ODF Tuntas 2027

Sabtu, 14 Feb 2026 | 10:55 WIB
Bekasi targetkan bebas
Bekasi targetkan bebas

JawaPos.com - Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan layak. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menargetkan seluruh wilayah Kota Bekasi mencapai status Open Defecation Free (ODF) pada 2027. Target ini bertujuan menghapus praktik sanitasi tidak layak yang masih ditemukan di sejumlah kawasan.


Penegasan tersebut disampaikan Tri Adhianto saat menghadiri Rapat Kerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kota Bekasi. Dia menekankan pentingnya peran BKM sebagai garda terdepan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. BKM juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan dasar lingkungan permukiman.

ODF sendiri merupakan kondisi wilayah yang telah bebas dari praktik buang air besar sembarangan. Di mana seluruh warga memiliki dan menggunakan fasilitas sanitasi yang aman, layak, dan sehat. Status ini menjadi indikator penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang bersih serta mendukung terwujudnya kota sehat.

“BKM tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi juga pelaksanaan dan pengawasan program di tingkat lingkungan. Karena itu, kinerja BKM sangat menentukan keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Dia mengapresiasi kontribusi BKM yang terlibat aktif dalam berbagai program penataan lingkungan. Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan sarana sanitasi, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga penataan taman lingkungan dan ruang terbuka publik.

Namun demikian, Tri Adhianto menegaskan masih adanya persoalan sanitasi yang harus segera dituntaskan. Khususnya keberadaan WC helikopter, yakni fasilitas buang air besar yang limbahnya langsung dibuang ke sungai atau saluran air. Praktik tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan dan mencederai upaya mewujudkan kota sehat.

“Ini persoalan horizontal yang harus kita tangani bersama. Sampai hari ini masih ada warga yang menggunakan WC helikopter. Kita harus clean. Di Jatirahayu saja masih tercatat 47 lokasi. Selesaikan dulu WC tersebut, selesaikan dulu ODF-nya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari target Kota Bekasi sehat 2027, Wali Kota meminta BKM untuk memfokuskan program kerja pada tiga prioritas utama. Prioritas tersebut adalah penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pembangunan dan perawatan taman lingkungan, serta penyediaan fasilitas WC dan sanitasi layak bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga mendorong agar perencanaan kerja BKM disusun secara lebih terukur, tepat sasaran, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Mulai susun kembali rencana pekerjaan BKM dengan memperkuat sinergi bersama LPM dan lurah. Dengan kolaborasi yang solid, pelaksanaan program di lapangan akan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.


Artikel Terkait

Pedagang Mogok! Harga Daging Sapi di Bekasi Naik, Tri Adhianto Janji Surati Pusat

Pedagang Mogok! Harga Daging Sapi di Bekasi Naik, Tri Adhianto Janji Surati Pusat

Kota Bekasi menghadapi gejolak harga daging sapi yang memicu aksi mogok pedagang. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun ke lapangan.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia