Senin, 3 Agustus 2026
Logo

6 Tata Krama Dasar yang Wajib Dikuasai Anak Usia 7 Tahun untuk Tumbuh Santun dan Berempati

Selasa, 12 Ags 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi anak-anak (Dok. Freepik)
Ilustrasi anak-anak (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Membesarkan anak yang santun berarti lebih dari sekadar mengajar mereka aturan. Ini adalah tentang membentuk individu yang baik, penuh hormat, dan berempati. Saat menginjak usia 7 tahun, anak-anak memasuki fase di mana mereka perlu menguasai beberapa keterampilan sosial dasar yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.


Menguasai tata krama adalah pelajaran hidup yang penting, karena ini merupakan fondasi untuk interaksi sosial yang positif. Dilansir dari The Times of India, berikut adalah enam tata krama yang harus diketahui oleh setiap anak pada usia 7 tahun, dan bagaimana orang tua bisa membantu mereka menguasainya.

1. Keajaiban Kata-Kata "Tolong," "Maaf," dan "Terima Kasih"

Mengajarkan anak untuk menggunakan kata-kata ajaib ini adalah salah satu pelajaran terpenting. Kata "tolong" menunjukkan rasa hormat saat meminta sesuatu, "terima kasih" adalah ungkapan syukur setelah menerima sesuatu, dan "maaf" menunjukkan tanggung jawab saat melakukan kesalahan.

Kata-kata sederhana ini membantu anak menunjukkan rasa terima kasih dan sopan santun. Biasakan mereka menggunakan kata-kata ini dalam percakapan sehari-hari agar menjadi kebiasaan hingga dewasa.

2. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Memotong pembicaraan orang lain adalah tindakan tidak sopan. Anak-anak perlu belajar untuk menunggu giliran bicara dan mendengarkan orang lain secara saksama.

Anda bisa mendorong kebiasaan ini dengan selalu memberikan perhatian penuh saat mereka berbicara. Sikap ini mengajarkan mereka untuk menghargai percakapan dan memahami pentingnya mendengarkan.

3. Berbicara dengan Kebaikan dan Rasa Hormat

Anak-anak harus memahami bahwa kata-kata mereka memiliki kekuatan. Ajari mereka untuk menghindari berteriak, mencaci-maki, atau menggunakan bahasa kasar.

Ingatkan mereka bahwa meskipun sedang kesal, mereka dapat mengungkapkan perasaan dengan cara yang sopan. Kata-kata seperti "Maafkan aku" atau "Aku minta maaf" sebaiknya menjadi bagian dari kosa kata harian mereka.

4. Menjaga Kebersihan dan Kerapihan

Kebersihan dan kerapihan adalah keterampilan yang menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab. Entah itu merapikan mainan, menaruh piring kotor di wastafel, atau menata tas sekolah, anak-anak harus belajar untuk meninggalkan tempat dalam kondisi yang lebih baik dari saat mereka datang.

Jadikan kegiatan ini menyenangkan dengan mengubahnya menjadi permainan atau rutinitas yang mereka nikmati.

5. Menghormati Ruang dan Batasan Pribadi

Setiap orang memiliki ruang pribadinya. Anak-anak harus memahami konsep ini. Ajari mereka untuk meminta izin sebelum memeluk seseorang atau meminjam barang.

Jelaskan pentingnya menghormati batasan orang lain. Pemahaman ini akan membantu mereka membangun hubungan yang sehat dan menumbuhkan empati terhadap kenyamanan orang lain.

6. Berbagi Adalah Bentuk Kepedulian

Berbagi mainan, camilan, atau sekadar waktu dengan orang lain adalah keterampilan sosial yang krusial. Selain mengajarkan kemurahan hati, berbagi juga melatih anak-anak tentang kerja sama dan kompromi.

Berikan anak kesempatan untuk berbagi saat makan atau bermain. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan kebiasaan ini secara alami dan menjadikannya bagian dari kepribadian mereka.

Dengan membimbing anak-anak dalam menguasai keterampilan sosial ini, kita tidak hanya membentuk mereka menjadi individu yang santun, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi bagian yang positif dan berharga dalam masyarakat.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

13 Tanggal Lahir Anak yang Diprediksi Membuka Pintu Rezeki dan Karier Melejit bagi Orang Tua

13 Tanggal Lahir Anak yang Diprediksi Membuka Pintu Rezeki dan Karier Melejit bagi Orang Tua

13 tanggal lahir ini dianggap sebagai magnet keberuntungan dalam numerologi. Cek apakah tanggal lahir anak Anda termasuk pembawa kesuksesan bagi keluarga!

226 Anak Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB Sebut Akibat Konflik dengan Orang Tua

226 Anak Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB Sebut Akibat Konflik dengan Orang Tua

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten mencatat sebanyak 226 anak menjadi korban kekerasan psikis sepanjang tahun 2025, yang sebagian besar dipicu oleh konflik.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia