Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Meneliti Kepribadian Manusia Lewat Skala MBTI, Jangan Sampai Tertukar!

Jumat, 25 Okt 2024 | 22:35 WIB

Ilustrasi 16 kepribadian MBTI. (Dok. Pinterest)
Ilustrasi 16 kepribadian MBTI. (Dok. Pinterest)


JawaPos.com – Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) sekarang bukan lagi sesuatu yang asing lagi di telinga banyak orang. Skala ini populer digunakan sebagai tes kepribadian, baik untuk mengenal individu secara sekilas maupun hanya untuk bersenang-senang.

Pada awalnya, MBTI dirancang pada tahun 1940-an oleh psikolog Amerika yang bernama Isabel Myers dan ibunya, Katherine Briggs. Perancangan ini didasari oleh teori kepribadian Carl Jung yang berpendapat bahwa kepribadian disusun ego, complex, dan archetype.

Perlu dicatat bahwa tidak ada yang baik atau buruk dalam penilaian MBTI. Tes kepribadian hanya memperlihatkan karakteristik dasar individu, tentunya tiap orang masih memiliki perbedaan sifat antar satu sama lain.

Extrovert (E) – Introvert (I)

Penilaian skala pertama didasari bagaimana individu berinteraksi dan bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Extrovert atau yang disimbolkan dengan huruf E, menggambarkan individu yang senang bersosialisasi dan mendapatkan energi dari interaksi bersama orang lain. Sementara itu, Introvert atau yang disimbolkan dengan huruf I cenderung menyukai waktu sendiri dan kurang suka interaksi dengan orang banyak.

Sensing (S) – Intuition (N)

Pada skala penilaian ini, yang diukur adalah cara individu memproses informasi di dalam kepalanya. Orang yang lebih sering menggunakan sesuatu yang rinci dan spesifik untuk mengolah informasi masuk ke dalam kelompok Sensing atau S. Namun sebaliknya, informasi yang bersifat bebas dan abstrak lebih sering diandalkan oleh orang dengan tipe Intuition atau N.

Thinking (T) – Feeling (F)

Thinking dan Feeling merupakan penilaian berdasarkan cara individu mengambil keputusan dan bertindak. Thinking atau T cenderung objektif dengan pemilihan keputusannya, orang dengan MBTI T hanya dilandasi fakta dan data untuk menetapkan sesuatu. Akan tetapi, orang dengan tipe Feeling atau F lebih berdasarkan kata hati, sehingga keputusannya subjektif agar tidak menyakiti orang lain.

Judging (J) – Perceiving (P)

Yang terakhir, penilaian kepribadian MBTI didasari dari cara individu menjalani kesehariannya. Judging atau yang disimbolkan dengan huruf J memiliki pendirian yang kuat terhadap prinsip, nilai, dan rencana yang dibuatnya sendiri. Di sisi lain, orang dengan tipe Perceiving atau yang disimbolkan dengan huruf P lebih fleksibel dengan perubahan yang ada di hidupnya.

Editor : Hendra
Bagikan:

Artikel Terkait

3 Sifat Menarik Perempuan dengan Empati Tinggi Menurut Psikologi

3 Sifat Menarik Perempuan dengan Empati Tinggi Menurut Psikologi

Penasaran apa yang membuat perempuan berempati tinggi begitu memikat? Yuk, intip 3 sifat dan kepribadian menariknya menurut sudut pandang psikologi di sini!

Tak Bisa Tidur Tanpa Kipas Angin? Ini 9 Kepribadian Tersembunyi yang Kamu Miliki Menurut Psikologi

Tak Bisa Tidur Tanpa Kipas Angin? Ini 9 Kepribadian Tersembunyi yang Kamu Miliki Menurut Psikologi

Inilah sembilan ciri kepribadian yang paling sering ditemukan pada orang-orang yang tidak bisa tidur tanpa kipas menyala.

Menurut Psikologi, Ini 10 Hobi yang Bikin Kepribadian Introvert Lebih Bahagia

Menurut Psikologi, Ini 10 Hobi yang Bikin Kepribadian Introvert Lebih Bahagia

Inilah 10 hobi yang sering membuat orang dengan kepribadian introvert merasa lebih bahagia dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia