JawaPos.com – Di tengah gempuran makanan kekinian yang makin beragam, masakan tradisional Nusantara tetap punya tempat spesial di hati pecinta kuliner. Salah satu contohnya adalah bothok daun sembukan, sajian khas pedesaan yang tak hanya kaya rasa, tapi juga membawa manfaat bagi kesehatan.
Bothok ini terbuat dari campuran tempe kukus, teri, dan kelapa parut, yang dibungkus dengan daun pisang bersama daun sembukan (Paederia foetida), tumbuhan liar yang sering ditemukan di sekitar pekarangan rumah.
Saat mentah, daun sembukan memang memiliki aroma menyengat. Tapi begitu dimasak, aromanya berubah menjadi gurih dan sedap, bahkan menambah cita rasa pedas alami yang bikin nagih. Keharuman daun pisang yang dipakai sebagai pembungkus juga memberi sentuhan khas tradisional yang menguatkan rasa lokal pada hidangan ini.
Bothok daun sembukan ini paling enak disajikan selagi hangat, ditemani sepiring nasi putih. Selain memanjakan lidah, daun sembukan juga dipercaya membantu melancarkan pencernaan dan meredakan perut kembung, berkat kandungan senyawa alami di dalamnya.
Tertarik mencoba membuatnya di rumah? Simak bahan-bahan dan langkah pengolahannya seperti dilansir dari Radar Madiun (JawaPos Group) berikut ini.
Resep Bothok Daun Sembukan
Bahan:
- 150 gram daun sembukan, iris tipis
- 1 papan tempe, kukus lalu haluskan kasar
- 300 gram kelapa parut
- 4 sdm teri
- 1 sdt garam
- ½ sdt penyedap rasa (opsional)
Bumbu Halus:
- 2 cabai merah besar
- 15 cabai rawit hijau (sesuai selera)
- 5 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 sdt ketumbar butiran
- ½ sdt terasi
- 1 ruas kencur
- ½ sdm gula pasir
- 2 lembar daun jeruk, iris tipis
Cara Membuat:
1. Kukus tempe selama 10–15 menit, lalu haluskan kasar.
2. Cuci bersih daun sembukan, iris tipis.
3. Haluskan bumbu, lalu campur dengan tempe, daun sembukan, teri, dan kelapa parut.
4. Tambahkan garam, gula, dan penyedap bila suka. Aduk rata dan koreksi rasa.
5. Bungkus adonan dengan daun pisang, sematkan tusuk lidi.
6. Kukus selama 25 menit hingga matang.
Bothok daun sembukan bukan sekadar lauk bernuansa nostalgia. Hidangan ini adalah bukti bahwa resep sederhana dari dapur kampung masih bisa bersaing dan bahkan semakin dicari, terutama oleh pencinta kuliner tradisional yang rindu rasa rumahan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah