JawaPos.com - Museum Nasional Indonesia, yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, merupakan destinasi budaya yang kaya sejarah dan sangat mudah diakses menggunakan transportasi umum. Berbagai moda seperti KRL Commuter Line, MRT, dan TransJakarta memungkinkan warga dari berbagai penjuru Jabodetabek untuk menikmati wisata edukatif ini tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Fikri, warga Karawaci berusia 23 tahun yang senang berkunjung ke museum dan galeri di Jakarta, menceritakan pengalamannya dengan semangat.
"Saya tuh senang banget naik transportasi umum, soalnya hemat dan bisa sambil lihat pemandangan kota," ujarnya.
"Dari Stasiun Tangerang saya naik KRL, transit di Duri, lanjut ke Stasiun Juanda. Nah, dari situ tinggal tap lagi buat naik TransJakarta rute 2 ke Halte Monas, lalu jalan kaki sebentar dan nggak sampai lima menit udah nyampe ke gerbang museum," lanjutnya.
Berbeda dengan Fikri yang berasal dari Karawaci, Rediva, seorang mahasiswa berusia 20 tahun dari Cakung, justru memilih kombinasi rute yang lebih langsung.
Ia menggunakan KRL dari Stasiun Cakung ke Sudirman, lalu dilanjutkan dengan TransJakarta rute 1.
"Kalau saya, rutenya lebih praktis. Tapi yang bikin berkesan adalah suasana pagi hari di halte Monas, sejuk dan banyak pepohonan,” tuturnya.
"Biasanya saya sempatin ambil foto dulu di sekitar Museum, baru jalan kaki ke dalam area museum," tambahnya.
Alternatif lain yang tak kalah praktis adalah dengan menggunakan MRT dan turun di Stasiun Bundaran HI. Dari sana, pengunjung bisa naik TransJakarta koridor 1 (Blok M–Kota) dan turun di halte Monas, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki.
Museum Nasional sendiri memiliki sejarah panjang dan menjadi rumah bagi lebih dari 140 ribu benda koleksi yang mencakup prasejarah, arkeologi, etnografi, dan sejarah. Salah satu ikon museum ini adalah patung gajah perunggu yang merupakan hadiah dari Raja Thailand, Chulalongkorn, pada tahun 1871.
Menurut Fikri, menggunakan transportasi umum membuat perjalanannya lebih fleksibel dan bebas stres.
"Enggak perlu mikirin parkir atau macet. Saya lebih bisa menikmati suasana Jakarta dan merasa jadi bagian dari kehidupan kota,"” katanya.
Sementara itu, Rediva menilai bahwa menggunakan transportasi umum juga memberi kesempatan untuk menyapa berbagai lapisan masyarakat.
"Kita bisa ketemu banyak orang, dengar cerita unik dari sesama penumpang, kadang malah bisa ngobrol soal tempat-tempat lain yang belum pernah saya kunjungi," ujarnya dengan penuh antusias.
Museum Nasional buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional. Pengunjung dapat menikmati pameran dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket yang sangat terjangkau.
Disarankan untuk memeriksa jadwal KRL dan rute TransJakarta sebelum memulai perjalanan. Aplikasi seperti Moovit atau Google Maps bisa sangat membantu untuk memperkirakan waktu tempuh dan perpindahan moda transportasi.
Bagi yang mencari destinasi wisata edukatif yang mudah dijangkau, Museum Nasional Indonesia adalah pilihan tepat. Pengalaman berkunjung menjadi semakin berkesan ketika diawali dengan perjalanan yang nyaman dan efisien menggunakan transportasi publik. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah