Berlokasi di pesisir utara Kabupaten Tangerang, tepatnya di Jalan Kronjo Tangerang, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Pulau Cangkir menawarkan keunikan tersendiri, yaitu pemandangan indah sekaligus pengalaman religi yang menjadikan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.
Nama "Pulau Cangkir" berasal dari bentuknya yang menyerupai cangkir. Meski lokasinya tidak terlalu luas, pulau ini tetap diminati pengunjung, baik untuk berziarah maupun berwisata.
Bagi anda yang tertarik untuk mengunjungi Pulau Cangkir, berikut informasi lengkap mengenai daya tarik, fasilitas, harga tiket, hingga rute perjalanannya.
Daya Tarik Pulau Cangkir
1. Makam Syekh Waliyuddin
Pulau Cangkir dikenal karena keberadaan makam Syekh Waliyuddin, tokoh agama yang berpengaruh dalam masyarakat Banten. Dikenal sebagai "Penjaga Lautan", Syekh Waliyuddin merupakan putra dari Sultan Hasanudin Kesultanan Banten.
Di sekitar makam, terdapat sebuah pohon besar berusia sekitar 100 tahun, memberikan nuansa sakral bagi wisatawan yang datang berziarah.
2. Sumur Kembar Sulanjana dan Sulanjani
Jika berjalan sedikit dari makam Syekh Waliyudin, anda akan menemukan dua sumber mata air yang dikenal sebagai sumur kembar, Sulanjana dan Sulanjani.
Air dari kedua sumur ini diyakini membawa berkah dan mengandung kebaikan bagi mereka yang menggunakannya.
3. Pantai Pulau Cangkir
Sebagai pulau yang berada di tepi laut, pulau ini memiliki pantai dengan area pasir putih yang cocok dikunjungi oleh anak-anak untuk bermain air dengan aman.
Wisatawan juga dapat menyewa ban atau pelampung untuk bermain air, sekaligus bertemu dengan masyarakat lokal yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
4. Hutan Bakau
Hutan bakau di Pulau Cangkir berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi sekaligus menjadi tempat wisata alam yang menarik.
Wisatawan dapat berjalan di jembatan kayu yang menghubungkan area hutan bakau, dan dapat menikmati pemandangan serta melihat berbagai satwa, seperti kepiting, burung, dan bangau.
Fasilitas Pulau Cangkir
Pulau Cangkir dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti lahan parkir yang luas, toilet, kamar mandi, musala, gazebo, warung makan, penginapan, hingga pusat oleh-oleh.
Pulau Cangkir beroperasi selama 24 jam, sehingga pengunjung bebas berkunjung kapan saja, termasuk ke lokasi makam Syekh Waliyuddin yang juga buka sepanjang hari.
Harga Tiket dan Biaya Kunjungan
- Tiket masuk: Rp 20.000 per orang
- Parkir motor: Rp 5.000
- Parkir mobil: Rp 10.000
- Biaya makan di warung lokal: Rp 20.000 - Rp 50.000
- Penginapan (opsional): Biaya tambahan berkisar Rp 100.000 - Rp 300.000 per malam, tergantung fasilitas penginapan.
Lokasi dan Akses
Pulau Cangkir berada sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tangerang. Pada tahun 1995, sebuah jembatan dibangun yang menghubungkan Pulau Cangkir dengan Pulau Jawa, sehingga pengunjung dapat mengunjunginya tanpa perlu menyebrangi laut.
Untuk menuju Pulau Cangkir, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Dari pusat Kota Tangerang, perjalanan menuju Desa Kronjo memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam tergantung pada situasi lalu lintas. Setelah tiba di area parkir, anda bisa berjalan kaki menyusuri jembatan menuju Pulau Cangkir.
Baca Juga: Liburan Nyaman Tanpa Gangguan, Lakukan Lima Tips Ini untuk Mencegah Mabuk Laut saat Naik Kapal
Editor : Candra Mega Sari