Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatra: 969 Tewas, Ribuan Terluka, BNPB Kebut Distribusi Bantuan

Siti Nur Qasanah • Kamis, 11 Desember 2025 | 07:49 WIB
Banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Senin malam (13/11) merusak sejumlah infrastruktur dan menyebabkan seorang balita tewas. (BPBD Kabupaten Aceh Tenggara)
Banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Senin malam (13/11) merusak sejumlah infrastruktur dan menyebabkan seorang balita tewas. (BPBD Kabupaten Aceh Tenggara)

JawaPos.com - Bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan menyisakan banyak kerusakan.

Menurut data yang dirilis melalui gis.bnpb.go.id, hingga 11 Desember 2025 pukul 07.35 WIB, tercatat 969 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Selain itu, masih ada 252 orang yang belum ditemukan, sementara jumlah korban luka mencapai sekitar 5 ribu jiwa.

Dampak kerusakan infrastruktur juga sangat signifikan. Sebanyak 1,2 ribu fasilitas umum rusak, meliputi 434 rumah ibadah, 219 fasilitas kesehatan, dan 290 gedung atau kantor. Di sektor pendidikan, 581 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, dan 498 jembatan turut terdampak.

Menurut informasi yang dikutip dari Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, termasuk mereka yang tinggal di wilayah sulit dijangkau di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima para penyintas sesegera mungkin setelah tiba di pos distribusi utama.

Baca Juga: Sambut Hari Ibu, Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang Gelar Edukasi Persalinan Nyaman

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan di Banda Aceh pada Rabu (10/12) bahwa proses pengiriman logistik bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor masih berlangsung setiap hari melalui jalur darat maupun udara. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok, terutama makanan dan perlengkapan sehari-hari, tetap menjadi prioritas utama.

Menurut Abdul Muhari, hingga kini lebih dari 448 ton bantuan telah terkumpul di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda sejak Jumat, 28 November. Dari total tersebut, sekitar 334 ton sudah didistribusikan ke berbagai titik pengungsian.

BNPB terus mengoptimalkan penyaluran bantuan agar seluruh warga terdampak segera menerimanya tanpa hambatan.

Ia memastikan bahwa tidak ada bantuan yang tertahan di pos penyimpanan. Setiap barang yang masuk langsung diproses dan dikirim dalam kurun waktu maksimal dua hari. Meski volume bantuan yang datang sangat tinggi, hal itu tidak mengganggu kelancaran distribusi di lapangan.

Baca Juga: Pembangunan Gedung Serba Guna Pamulang Sudah 80 Persen, Wawali Tangsel Pilar Saga Ichsan Akui Ada Hambatan

Hingga hari Rabu, jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor di Aceh mencapai 831 orang. Lokasi pengungsian masih tersebar di berbagai titik mengingat luasnya area terdampak.

Karena itu, Abdul Muhari mengimbau warga untuk pindah ke lokasi evakuasi terpusat demi mempermudah pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Ia menambahkan bahwa pengungsian terpusat juga akan mempercepat koordinasi dan memaksimalkan upaya penanggulangan bencana.

“Kami mendorong para pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi untuk berkumpul di satu titik evakuasi terpadu agar mereka dapat menerima layanan yang komprehensif,” katanya. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Sumatra #banjir #tanah longsor #aceh