Kekeringan Tangsel Meluas, Pemkot Salurkan 339.200 Liter Air Bersih

Antara • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Pemkot Tangerang Selatan menyalurkan 339.200 liter air bersih sejak Juli hingga Agustus 2026 untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. (Antara)
Pemkot Tangerang Selatan menyalurkan 339.200 liter air bersih sejak Juli hingga Agustus 2026 untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. (Antara)

JawaPos.com - Krisis air bersih masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Tangerang Selatan selama musim kemarau. Pemkot Tangsel memperkuat distribusi dengan mengerahkan hingga empat mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendistribusikan 339.200 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan sejak 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah titik di Kecamatan Setu dan Serpong yang mengalami keterbatasan sumber air.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan distribusi air bersih merupakan respons pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau. Penanganan juga dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra.

“Kolaborasi semua pihak terus kita perkuat supaya penanganan kebutuhan dasar masyarakat bisa diakses dengan baik,” ucap Pilar.

Kelurahan Keranggan di Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan kebutuhan distribusi air bersih paling banyak. Bantuan disalurkan di sembilan titik, sementara distribusi juga dilakukan di satu titik di Kelurahan Serpong dan satu titik di Kelurahan Pademangan.

Pemkot Tidak Hanya Menunggu Laporan

Kepala BPBD Kota Tangerang Selatan Sutang Suprianto mengatakan penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan berdasarkan laporan atau permohonan masyarakat. Petugas juga memantau kondisi wilayah yang berpotensi terdampak untuk memastikan kebutuhan air dapat segera ditangani.

“Jadi kami tidak hanya menunggu laporan masuk. Kami juga melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan. Ketika ada wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih, kami segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan,” ujar Sutang.

Menurut dia, pola tersebut diterapkan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera dipenuhi, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

“Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan mitra untuk memastikan bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Empat Mobil Tangki Dikerahkan

Distribusi air bersih didukung armada dari sejumlah unsur, di antaranya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, PMI Tangsel, serta BAZNAS Tangsel.

Dukungan juga datang dari PT Traya Tirta Cisadane (TTC) PDAM Serpong, Perseroda PITS, Sinar Mas Land BSD, serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Sutang memastikan proses pendistribusian hingga akhir periode laporan berjalan dengan baik. Jumlah armada yang dikerahkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Kita tambah pengerahan armada hingga empat mobil tangki untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Pendistribusian sampai saat ini berjalan lancar, aman dan terkendali,” kata dia.

Kekeringan sendiri telah menjadi perhatian Pemkot Tangsel sejak awal musim kemarau. Pada 8 Juli lalu, misalnya, pemerintah menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 20 kepala keluarga di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

Wilayah Setu juga termasuk kawasan yang dipetakan rawan kekeringan bersama Serpong dan Serpong Utara. Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan akan memperkuat pemantauan dan mencari solusi jangka panjang untuk mengurangi persoalan keterbatasan air bersih.

Dengan distribusi yang terus dilakukan, Pemkot Tangsel kini tidak hanya menghadapi kebutuhan air bersih harian warga, tetapi juga harus memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Editor : Hendra
Sumber : Antara News
air bersih tangerang selatan kekeringan