Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pemkot Tangsel Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Dhimas Ginanjar • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:25 WIB
Distribusi air bersih dari Pemkot Tangsel. (Pemkot Tangsel)
Distribusi air bersih dari Pemkot Tangsel. (Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak musim kemarau. Sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan ke wilayah Kecamatan Setu sebagai langkah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sumurnya mulai mengering.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta seluruh perangkat daerah terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas selama musim kemarau berlangsung.

"Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," ujar Benyamin, Rabu (15/7/2026).

Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, kekeringan terjadi di RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04.

Sebanyak 35 kepala keluarga terdampak kondisi tersebut. Rinciannya, 15 kepala keluarga berada di RW 01 dan 20 kepala keluarga di RW 02.

"Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di dua RW tersebut sebanyak 35 KK, terdiri atas 15 KK di RW 01 dan 20 KK di RW 02. Sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau," kata Erwin.

Untuk membantu warga, Pemkot Tangerang Selatan melalui Kecamatan Setu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan serta Perumdam. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar.

Pada Senin (13/7/2026), pemerintah telah menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke kawasan terdampak. Bantuan tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, pada Senin (13/7/2026) telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak," ujarnya.

Erwin menjelaskan, sejak awal musim kemarau warga telah melakukan berbagai langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air. Upaya tersebut membuat kebutuhan dasar masyarakat masih dapat terpenuhi meski pasokan air mulai berkurang.

Sebelum bantuan datang, sebagian warga memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan tertentu. Setelah distribusi air bersih dilakukan, masyarakat kembali menggunakan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

"Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sebagian warga sempat menggunakan air sungai untuk kebutuhan tertentu. Setelah bantuan air bersih didistribusikan, warga kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Memasuki musim kemarau ini, masyarakat juga mulai lebih bijak dalam menggunakan air," jelasnya.

Pemkot Tangerang Selatan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung. Pemerintah akan menyesuaikan penyaluran bantuan berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Selain menyalurkan air bersih, pemerintah juga menyiagakan sejumlah toren penampung di titik-titik yang rawan mengalami kekeringan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air dapat berlangsung lebih cepat apabila kebutuhan warga meningkat.

Editor : Dhimas Ginanjar
air bersih pemkot tangsel kemarau