Ahmad Maulana Alamsyah Mundur! Kepala Sekolah SMK Letris Indonesia 2 Pamulang Sebar Video dari Polres Tangsel
Tazkia Royyan Hikmatiar• Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:05 WIB
Kepala SMK Letris 2 Pamulang Mundur Usai Viral yang Diduga Child Grooming karena Pacari Siswi. (Dok. https://www.letrisschool.com/)
JawaPos.com - Kepala sekolah SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Ahmad Maulana Alamsyah, menyatakan telah mengundurkan diri usai namanya viral di media sosial karena diduga terlibat kasus child grooming terhadap siswinya sendiri.
Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Maulana Alamsyah melalui video pernyataan yang tersebar di Instagram saat berada di Polres Tangerang Selatan.
"Di saat ini juga saya menegaskan, saya mengundurkan diri dari SMK Letris Indonesia 2,” ujarnya dikutip dari Instagram tangerangonline, Sabtu (16/5).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas isu child grooming yang beredar dan mengaitkan namanya dengan seorang siswi di Letris 2 Pamulang.
“Saya sampaikan adalah permohonan maaf atas isu-isu yang beredar yang membuat banyak pihak tidak nyaman, termasuk saya dan keluarga,” tutur Ahmad.
Saat ini, ia mengatakan tengah meminta mediasi kepada pihak kepolisian dan menyebut bahwa isu child grooming tersebut adalah hoaks.
Yayasan Pastikan Ahmad Tak Lagi Terafiliasi dengan Letris
Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Yayasan Leo Sutrisno turut mengeluarkan pernyataan resmi dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik, khususnya orang tua murid dan siswa-siswi.
Yayasan juga menegaskan pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap dugaan kasus child grooming tersebut dengan memutus tak lagi terafiliasi dengan Ahmad.
“Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan LETRIS secara permanen,” tulis yayasan dalam pernyataan resminya.
Pihak yayasan juga menegaskan komitmen mereka untuk menjaga lingkungan belajar yang profesional dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Kasus ini mencuat setelah media sosial X dihebohkan unggahan akun @lesdeaux yang membagikan sederet tangkapan layar percakapan diduga antara kepala sekolah dengan sejumlah siswi.
Dalam unggahan tersebut, sosok yang disebut telah beristri dan memiliki anak itu diduga mendekati hingga memacari muridnya sendiri.
“Temen2 boleh bantu ramein? kepsek smk-ku dulu, ternyata pedo.. udh pnya istri & anak malah godain byk siswi bahkan ada yg sampai dipacarin,” tulis akun tersebut.
Sejumlah tangkapan layar memperlihatkan percakapan bernada personal hingga menggoda.
Dalam salah satu chat, pria yang diduga kepala sekolah itu disebut mengajak siswi bertemu di lobi dan meminta datang ke ruangan tertentu.
Percakapan lain juga memperlihatkan dugaan permintaan foto pribadi serta pesan agar komunikasi tersebut tidak diketahui orang lain.
Unggahan itu kemudian viral dan menuai kecaman luas dari warganet karena dianggap melibatkan relasi kuasa antara tenaga pendidik dengan murid yang masih berstatus pelajar.
Sebelumnya, yayasan juga sempat menonaktifkan sementara yang bersangkutan dari jabatannya sebelum akhirnya memastikan statusnya tidak lagi terafiliasi dengan pihak sekolah secara permanen.