JawaPos.com - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengakui persoalan sampah menjadi masalah paling berdampak bagi warga sepanjang 2025. Tumpukan sampah yang sempat terjadi di sejumlah titik dinilai mengganggu kenyamanan, kesehatan, hingga aktivitas harian masyarakat.
Benyamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas belum optimalnya layanan pemerintah daerah, terutama dalam penanganan persampahan.
"Persoalan sampah adalah yang paling terasa dampaknya bagi warga. Ketika sampah menumpuk di jalan, menimbulkan bau, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, saya memahami betul rasa tidak nyaman, kecewa, bahkan marah yang dirasakan masyarakat," ungkapnya dalam aRefleksi Layanan Publik 2025, (1/1).
Benyamin menuturkan, persoalan persampahan telah menjadi pelajaran penting dan titik balik pembenahan layanan publik. Pihaknya akan memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir mulai 2026.
"Masukan, kritik, dan keluhan warga kami jadikan dasar untuk melakukan perbaikan besar. Di tahun 2026, kami berkomitmen melakukan peningkatan layanan publik secara menyeluruh dan lebih terukur. Penanganan sampah akan kami perkuat dari hulu hingga hilir, dengan sistem yang lebih tertib, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga," tuturnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga akan mendorong peningkatan kualitas layanan di sektor publik lainnya di 2026. Perizinan akan terus dipercepat dan disederhanakan, layanan kesehatan diperkuat melalui program Ngider Sehat Premium, serta layanan digital pemerintah akan dibuat lebih terintegrasi dan transparan.
"Pemerintah harus hadir, bekerja lebih cepat, dan melayani dengan hati. Tahun 2026 harus menjadi tahun perbaikan nyata, di mana masyarakat bisa merasakan perubahan dalam kualitas layanan publik," imbuhnya.
Editor : Hendra