JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pembangunan SMP Negeri 20 hampir rampung dan siap kembali digunakan pada awal 2026. Hingga pertengahan Desember, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 96 persen dan kini memasuki tahap finishing serta perapihan akhir.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, percepatan penyelesaian pembangunan SMPN 20 menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali dilakukan di sekolah asal. Selama proses pembangunan, para siswa terpaksa dipindahkan sementara ke sekolah lain.
"Anak-anak selama ini dialihkan ke sekolah lain dan tentu kurang nyaman. Harapannya di awal tahun nanti sudah bisa dipindahkan kembali ke sekolah asal," kata Pilar.
Dari hasil peninjauan bersama dinas terkait, seluruh infrastruktur utama SMPN 20 dinilai telah siap. Sekolah tersebut dilengkapi 33 ruang kelas, laboratorium, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta sejumlah ruang penunjang lainnya.
Pilar optimistis pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sebelum akhir tahun. "Progresnya sudah sangat tinggi, 96 persen. Saya rasa sangat mungkin diselesaikan tepat waktu sebelum akhir tahun," ujarnya.
Pemkot Tangsel menargetkan SMPN 20 mulai digunakan pada Januari atau Februari 2026. Setelah pembangunan fisik rampung, sekolah dapat langsung dimanfaatkan tanpa kendala berarti.
Selain bangunan utama, penataan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau.
Area taman dan lahan resapan air telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan serta memenuhi ketentuan tata ruang dan lingkungan.
"Sesuai ketentuan, kita memang harus menyediakan ruang terbuka hijau. Tadi sudah diatur dan diskemakan, mudah-mudahan lahan-lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai area resapan air," jelasnya.
Dari sisi aksesibilitas, sekolah juga dirancang ramah bagi seluruh peserta didik. Untuk sementara, aktivitas siswa berkebutuhan khusus akan difokuskan di lantai satu guna memudahkan mobilitas dan meningkatkan keamanan.
Pembangunan SMPN 20 merupakan pembangunan total dari nol, bukan revitalisasi bangunan lama.
Seluruh struktur lama dibongkar dan digantikan dengan gedung baru yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan jangka panjang.
"Ini pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan. Dibongkar total dan dibangun dari nol, makanya anak-anak sekolah dipindahkan sementara ke sekolah lain," lanjutnya.
Setelah sekolah beroperasi, akan diberlakukan masa pemeliharaan selama enam bulan sebagai bagian dari tanggung jawab penyedia jasa konstruksi.
Dengan rampungnya SMPN 20, Pemkot Tangsel berharap kebutuhan pendidikan tingkat SMP di wilayah tersebut dapat semakin terpenuhi seiring pertumbuhan jumlah peserta didik.