Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pemkot Tangsel Ajak Semua Sektor Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Muhtamimah • Jumat, 12 Desember 2025 | 09:51 WIB
Dokumentasi Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Senin (8/12).
Dokumentasi Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Senin (8/12).

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi lintas sektor, edukasi masif, serta peningkatan layanan perlindungan bagi korban.

Asisten Daerah I Pemkot Tangsel, Chaerudin, menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran serius terhadap norma agama maupun hukum.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran norma agama dan norma hukum yang berdampak luar biasa pada kesehatan fisik, mental, kemampuan sosial, hingga kondisi korbannya," katanya, (11/12).

Dia menilai bahwa isu kekerasan merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa ditangani satu sektor saja. Menurutnya, perlu koordinasi menyeluruh antara sektor kesehatan, pendidikan, sosial, penegakan hukum hingga pemberdayaan ekonomi.

"Pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi dan sinergitas lintas sektor. Ini menjadi pilar yang menentukan keberhasilan dalam memberikan layanan yang cepat, responsif, dan terintegrasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangsel, Cahyadi, menambahkan, kekerasan tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, gangguan sosial, serta menghambat keberdayaan korban.

Karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara menyeluruh oleh seluruh elemen masyarakat. "Perlindungan terhadap perempuan merupakan komitmen yang harus dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, maupun masyarakat," jelasnya.

Cahyadi juga menekankan pentingnya edukasi sebagai strategi pencegahan utama. DP3AP2KB disebut terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lembaga dan komunitas agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

"Pencegahan tidak akan efektif tanpa edukasi yang masif. Karena itu kami terus memberikan edukasi perlindungan perempuan dan anak kepada perangkat daerah, sekolah, universitas, organisasi keagamaan, serta masyarakat melalui sosialisasi langsung maupun platform digital," paparnya.

Pemkot Tangsel berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak di seluruh wilayah kota. 

Editor : Hendra
#kekerasan #pemkot tangsel #perempuan dan anak