Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mayoritas Korban Anak Perempuan! Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Tangsel, Tembus 367 Kasus Sepanjang 2025

Muhtamimah • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:29 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

JawaPos.com - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Kota Tangsel, hingga November 2025 tercatat 367 kasus. Jumlah ini meningkat dari posisi Januari-Oktober yang sebanyak 347 kasus.

Kepala UPTD PPA Tangsel Tri Purwanto mengungkapkan, kekerasan paling banyak dialami anak perempuan dengan 148 kasus. Disusul perempuan dewasa 133 kasus, dan anak laki-laki 86 kasus.

Sementara berdasarkan lokasi kejadian, rumah tangga menjadi tempat terbanyak dengan 178 kasus. Kasus juga terjadi di ruang publik (142 kasus), sekolah (27 kasus), tempat kerja (3 kasus), serta berbasis online (17 kasus). 

"Jenis laporan terbanyak yakni kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dewasa dengan 71 kasus, pencabulan terhadap anak perempuan 48 kasus, persetubuhan anak perempuan 45 kasus, serta kekerasan fisik dan psikis terhadap anak laki-laki masing-masing 25 kasus," ungkap Tri kepada Jawa Pos, Selasa (3/12).

Secara bulanan, laporan kasus fluktuatif. Pada Januari tercatat 30 kasus, Februari 33 kasus, Maret 18 kasus. Kemudian meningkat pada April 39 kasus, Mei 28 kasus, dan Juni 47 kasus. Juli tercatat 46 kasus, Agustus 20 kasus, September 30 kasus, Oktober melonjak menjadi 56 kasus, dan menurun kembali pada November dengan 20 kasus.

Distribusi kasus tersebar di seluruh kecamatan di Tangsel. Kecamatan Pamulang mencatat angka tertinggi dengan 65 kasus, disusul Serpong 57 kasus, Pondok Aren 42 kasus, Ciputat 54 kasus, Ciputat Timur 22 kasus, Serpong Utara 21 kasus, dan Setu 22 kasus. Selain itu, terdapat 84 kasus yang pelakunya atau korbannya bukan warga Tangsel namun kejadiannya terjadi di wilayah Tangsel. 

"Untuk luar Tangsel, kejadiannya di Tangsel, tetapi bukan warga setempat," terang Tri. 

Editor : Hendra
#perlindungan perempuan dan anak #tangsel #kekerasan terhadap perempuan dan anak