JawaPos.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sebanyak 51 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan Oktober 2025. Kejadian itu tersebar di seluruh tujuh kecamatan di wilayah Tangsel.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengungkapkan, kasus kebakaran paling banyak terjadi di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 13 kejadian.
Disusul Serpong 10 kasus, Serpong Utara 9 kasus, Pamulang 7 kasus, Ciputat Timur 5 kasus, Ciputat 4 kasus, dan Setu 3 kasus. "Tren kebakaran fluktuatif setiap bulan, dengan puncaknya pada Maret sebanyak 11 kejadian," ungkap Dohiri kepada Jawa Pos, Jumat (24/10).
Berdasarkan data bulanan, pada Januari dan Februari masing-masing terjadi 4 kasus, April dan Mei masing-masing 2 kasus, Juni 5 kasus dan Juli 8 kasus. Kemudian Agustus 3 kasus, September 7 kasus, dan hingga pertengahan Oktober tercatat 5 kasus.
Dohiri menambahkan, objek yang terbakar cukup beragam, mulai dari rumah tinggal, kontrakan, toko atau kios, ruko, gedung atau pabrik, gardu listrik, hingga lapak barang bekas. "Sebagian besar kerugian bersifat material, namun kami tetap menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat," katanya.
Adapun penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik sebanyak 31 kejadian, kebocoran gas 10 kasus, puntung rokok 1 kasus, pembakaran atau pembuangan sampah 2 kasus, serta penyebab lain sebanyak 7 kasus. Dohiri mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan gas, serta memastikan instalasi rumah tangga dalam kondisi aman untuk mencegah insiden serupa.
Editor : Hendra