JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan dan kualitas pangan.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kelayakan dapur penyedia makanan bergizi.
Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, dari total 41 SPPG yang terdaftar, sebanyak 29 telah beroperasi. Hingga 13 Oktober, ada 23 SPPG yang tengah mengajukan SLHS.
Masing-masing SPPG yang mengajukan itu, kepala dapur wajib memiliki sertifikat penjamah makanan. "50 persen dari penjamah makanan tersebut harus sudah mendapatkan pelatihan penjamah makanan," kata Allin.
Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga membuka pelatihan daring gratis melalui Learning Management System (LMS) untuk mempercepat proses sertifikasi.
Namun, lanjut Allin, proses pengajuan SLHS tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang mencakup pemeriksaan air, limbah cair (IPAL), dapur, peralatan, hingga uji laboratorium terhadap sampel makanan dan kondisi penjamahnya.
"Kendalanya sih pada saat kami melakukan inspeksi kesehatan lingkungan masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki karena semangat percepatan ini juga tetap mengedepankan kualitas.
Semangat percepatan ini tetap mengedepankan kualitas. Kalau dari hasil inspeksi masih ditemukan hal yang perlu diperbaiki, kami minta diselesaikan dulu. Jadi sertifikat yang keluar nanti benar-benar atas nama kualitas," tegasnya.
Hingga kini, seluruh 23 SPPG yang mengajukan SLHS masih berproses. Beberapa di antaranya diminta melakukan perbaikan fasilitas dapur dan sistem sanitasi agar memenuhi standar.
"Hasil pemeriksaan laboratorium saja butuh waktu minimal delapan hari. Setelah itu baru bisa kita simpulkan kelayakannya," terangnya.
Dari seluruh pengajuan, SPPG di Lengkong Gudang Timur, Serpong yang dikelola BGN menjadi yang paling cepat prosesnya dan kini tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. SPPG tersebut diperkirakan akan menjadi yang pertama memperoleh sertifikat SLHS.
"Kami menargetkan pada Oktober ini sudah ada yang keluar sertifikatnya, asalkan semua syarat dan indikator laik higiene sanitasi terpenuhi," pungkas Allin.
Editor : Hendra