JawaPos.com - Curahan hati (hati) aktris Leony Vitria yang disampaikan melalui akun media sosialnya @leonyvh viral dan menarik atensi banyak pihak. Termasuk tokoh muda asal Tangerang Selatan (Tangsel), Dadit H. Gani.
Menurut dia, Leony jangan berpuas diri karena sudah viral. Dadit justru mengajak Leony untuk duduk bareng mencari solusi masalah tersebut.
Selain soal Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dinilai terlampau besar, Leony juga sempat menyoroti penggunaan anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dinilai janggal.
Misalnya biaya konsumsi rapat yang lebih tinggi dibandingkan anggaran perbaikan jalan dan anggaran besar untuk belanja alat kantor serta souvenir.
Atas sorotan Leony yang menyedot atensi publik secara luas, Dodit menyampaikan turut mengapresiasi. Namun, dia ingin hal itu tidak hanya viral di media sosial saja, melainkan harus menjadi momentum untuk berdiskusi dengan Pemkot Tangsel demi mencari solusi terbaik. Apalagi yang disorot oleh Leony adalah urusan masyarakat umum.
”Sehingga hal itu harus dibicarakan dan disampaikan kepada pemerintah kota dan stakeholder lainnya agar kita semua bisa berkolaborasi dalam mencari solusi bersama-sama,” ungkap Dadit.
Meski saat ini sebagian wilayah Tangsel didominasi beberapa pengembang dan pemukiman yang dibangun oleh pengembang tersebut, Dadit menyatakan bahwa masih banyak pemukiman dan perkampungan padat penduduk di Tangsel yang butuh perhatian.
Sebab, fasilitas maupun infrastruktur di perkampungan itu berkelindan dengan masalah yang kompleks. Sehingga perlu solusi.
”Agar gap kesenjangan antara kawasan pengembang dan pemukiman padat penduduk tidak semakin jauh dan tertinggal,” jelasnya.
Sebagai kota otonom yang baru berusia 18 tahun, Dadit menyatakan bahwa masalah itu menjadi tantangan bagi Pemkot Tangsel. Meski masih banyak yang harus dilakukan, dia tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah berusaha membangun, menjaga, membersihkan dan merawat fasilitas maupun infrastruktur pada kawasan-kawasa pemukiman padat penduduk.
”Merupakan tugas kita bersama untuk berkolaborasi demi kenyamanan kita semua. Karena, jika hanya sebatas viral dan akhirnya membuat situasi tidak kondusif di tengah masyarakat, maka kita semua yang akan merugi,” kata dia.
Terbaru, Leony muncul dalam siniar pada kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. Dilihat pada Sabtu (4/10), dalam siniar tersebut, Leony kembali menyampaikan pandangannya terkait dengan anggaran yang dikelola oleh Pemkot Tangsel.
Dia menyampaikan bahwa semua itu memang berawal dari curhatnya mengenai BPHTB. Dia mengaku baru tahu ada pajak waris. Sehingga dia sempat kaget saat mendapati ada biaya yang sampai menyentuh angka puluhan juta.
"Tapi, kan curhat boleh doang. Karena menurutku nggak fair," ucap Leony dikutipdari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.
Menurut Leony, biaya itu tidak fair karena saat rumah itu awal dibeli juga sudah dikenakan pajak, termasuk pajak yang setiap tahun dibayar. Sehingga dia mempertanyakan pajak yang kembali dipungut ketika rumah itu hendak dibalik nama dari nama orang tua ke nama anak atau hanya urusan administratif saja.
"Aku cuma curhat di sosmed, terus ramai ke blow up. Karena banyak yang merasakan hal yang sama," lanjutnya.
Dari sana, Leony kemudian menemukan sejumlah penggunaan anggaran yang janggal. Sehingga dia kembali membuat unggahan dan mempertanyakan temuan itu kepada para pejabat di Tangsel melalui media sosial. Dia pun mengajak dilakukan dialog terbuka antara pejabat di Tangsel dengan masyarakat.
"Dan dengan dialog terbuka, apalagi kalau dilakukan secara rutin. Itu kan bagus untuk perkembangan Tangsel itu sendiri. Karena masyarakat dan pemerintah bisa kerja sama. Bahwa ini nih masalahnya terjadi di sini. Oke pemerintah ada, mendengar, pemerintah punya solusi, untuk itu dan kita bisa keep track," terang dia.
Editor : Hendra