JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggenjot upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi masalah kesehatan serius di tingkat nasional.
Saat ini, tercatat ada sekitar 4.000 warga Tangsel yang tengah menjalani pengobatan TBC.
Pilar Saga Ichsan menyebut, setiap tahun Indonesia mencatat sekitar satu juta kasus baru TBC, dengan angka kematian mencapai 100 ribu jiwa. Karena itu, peran pemerintah daerah sangat penting dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
"Di Tangsel tercatat sekitar 4.000 warga tengah menjalani pengobatan TBC," ungkapnya, (30/9).
Pemkot Tangsel terus mendorong agar pasien rutin mengonsumsi obat agar tidak terjadi resistensi dan angka penularan TBC bisa ditekan.
Pilar menyampaikan, Banten menjadi provinsi dengan capaian skrining TBC tercepat di Indonesia, yakni sudah mencapai 70 persen. Capaian ini menempatkan Banten di posisi teratas dalam deteksi dini TBC di Indonesia.
"Skrining sangat penting untuk deteksi dini. Kalau bisa diketahui lebih cepat, penanganannya juga bisa lebih efektif," lanjutnya.
Dia menambahkan, Pemkot Tangsel ikut mengoptimalkan program cek kesehatan gratis untuk menekan kemunculan kasus-kasus baru. Pilar optimistis, dengan komitmen dan kerja sama lintas sektor, angka TBC di Tangsel bisa terus ditekan.
Dia juga mengajak masyarakat untuk peduli kesehatan diri sendiri maupun lingkungan dengan memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang disediakan pemerintah.
"Manfaatkan layanan skrining kesehatan yang disediakan pemerintah. Ini bagian dari komitmen kita semua untuk hidup sehat dan mencegah penyebaran TBC," imbuhnya.
Editor : Hendra