JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah pusat hingga kini baru menjangkau sekitar 68 ribu siswa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Padahal, total jumlah siswa dari jenjang TK hingga SMA/SMK di wilayah ini mencapai 300 ribu anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni menyampaikan, jumlahnya penerima MBG di Kota Tangsel saat ini sekitar 68.000 siswa dari 219 sekolah dari berbagai jenjang. Mulai dari TK sampai SMA/SMK.
Dia menuturkan, perluasan program terus dilakukan seiring dengan penambahan jumlah dapur yang menyuplai makanan MBG. Saat ini, jumlah dapur telah meningkat dua kali lipat dari bulan sebelumnya.
"Bulan lalu dapur masih sekitar 15, sekarang sudah 30. Itu lonjakan yang luar biasa. Kami terus koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk perluasan," kata Deden kepada Jawa Pos, (29/9).
Terkait isu dugaan keracunan makanan MBG di berbagai daerah, Deden menegaskan bahwa di Tangsel belum ditemukan laporan serius. Memang ada beberapa informasi dari sekolah, namun bukan keracunan.
"Lebih ke makanan, dan langsung kami koordinasikan dengan SPPG, jumlahnya juga tidak banyak. Saya enggak bisa maastiin angkanya, yang kemarin langsung diselesaikan, yang di Rawa Buntu juga. Kalau yang keracunan, saya enggak ada laporan dari sekolah," terangnya.
Untuk mencegah adanya keracunan dalam MBG, pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BGN. Supaya program MBG berjalan lancar.
"Tadi ada arahan dari Kemendagri dan Kemendikdasmen untuk penguatan koordinasi. Dinkes juga terlibat dalam pemberian sertifikat laik higiene dapur. Kami support penuh," lanjutnya.
Deden menambahkan, dengan jumlah siswa yang mencapai 300 ribu, Pemkot Tangsel terus mengejar pemerataan manfaat program MBG. Data kebutuhan siswa dan sebaran sekolah terus diperbarui agar penghitungan jumlah dapur bisa lebih tepat sasaran.
"Kami sampaikan datanya ke BGN. Idealnya tiap dapur bisa melayani 3.000 sampai 4.000 siswa. Targetnya, tentu semua siswa bisa menikmati MBG," tegas Deden.