Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Resmi! Pencak Silat Jadi Mulok di SD dan SMP Tangsel, Pemkot Jalin Kerja Sama dengan IPSI

Muhtamimah • Senin, 8 September 2025 | 16:17 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie saat menghadiri Gebyar Pesilat Tangsel di Alun- alun Pamulang, pada Sabtu (30/8/2025).
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie saat menghadiri Gebyar Pesilat Tangsel di Alun- alun Pamulang, pada Sabtu (30/8/2025).

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong penuh penerapan muatan lokal (mulok) pencak silat di seluruh jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Program ini sudah mulai dijalankan sejak 2024.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel Deden Deni mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota untuk memastikan standar pelatih yang terlibat dalam pembelajaran. Pelatihnya harus standar dan bersertifikat, supaya jurus yang diajarkan seragam.

"Kan orientasinya jelas prestasi, sekaligus pelestarian budaya," kata Deden, kemarin (8/9).
Menurut Deden, saat ini jumlah pelatih masih terbatas. Dindikbud terus melakukan koordinasi dengan IPSI sebagai lembaga yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikasi pelatih.

"Kita lagi terus koordinasi dengan IPSI. Karena yang punya kewenangan mengeluarkan sertifikat pelatih itu dari IPSI. Ya, jadi itu salah satu yang sedang kita usahakan sama-sama," terangnya.

Saat ditanya jumlah sekolah yang sudah menerapkan mulok pencak silat di Tangsel, Deden mengaku belum bisa menyebutkan secara pasti. Yang jelas, penerapan muatan lokal pencak silat di Tangsel berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Artinya, seluruh SD dan SMP di wilayah tersebut akan mengintegrasikan pencak silat dalam kurikulum mulok.

"Belum hafal datanya. Nanti dicek dulu, ya. Semua sekolah, baik negeri maupun swasta," tegas Deden.

Deden menegaskan pentingnya pencak silat sebagai sarana pelestarian budaya dan pembentukan karakter siswa. Dia menjelaskan bahwa silat bukan hanya soal gerakan fisik, tetapi juga mengajarkan disiplin, pengendalian diri, serta nilai-nilai moral.

"Anak-anak dikenalkan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia. Harapannya, mereka tumbuh dengan rasa memiliki dan bertanggung jawab melestarikannya," lanjutnya.

Dia menambahkan, pencak silat juga memperkuat pengendalian emosi dan menjadi bagian dari pendidikan karakter. "Silat itu olahraga yang membentuk mental. Bukan cuma bela diri, tapi juga ada nilai-nilai moral di dalamnya," imbuhnya.

Editor : Hendra
#tangerang selatan #pencak silat #smp #tangsel #sd #ipsi