JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda Asrama Polsek Serpong di kawasan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu sore (3/9). Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) terdampak mengungsi di musala komplek asrama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel bergerak cepat dengan memberikan bantuan darurat dan menyiapkan langkah pemulihan. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung lokasi pada Kamis (4/9) dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
"Kemarin kami coba untuk berikan tempat sementara di Aula Kecamatan Serpong, tapi karena mungkin lebih jauh dari area tinggal. Tapi mereka lebih memilih tetap di sekitar lokasi agar bisa menjaga rumah dan barang yang tersisa," kata Pilar.
Pemkot melalui BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Perkimta, dan Dinas Kesehatan sudah menyalurkan bantuan seperti makanan, selimut, matras, hingga pakaian. Pilar menyebut pihaknya juga membelikan pakaian bagi korban yang tak sempat menyelamatkan barang pribadi.
Dalam waktu dekat, Pemkot juga akan membangun MCK. "Saya sudah meminta Dinas Perkimta untuk membangun MCK yang layak lengkap dengan septic tank. Untuk bisa dimanfaatkan karena mereka butuh untuk mandi, cuci kaki seperti itu. Jumlahnya tergantung kebutuhan warga," terangnya.
Terkait pemulihan rumah yang terbakar, Pilar menyebut Pemkot sedang menjajaki kemungkinan bantuan dari program Rumah Umum Tak Layak Huni (RUTLH) atau kerja sama dengan Baznas. Namun, karena aset asrama merupakan milik kepolisian, pihaknya akan berkoodinasi dengan Polres terlebih dahulu.
"Kita berkoordinasi terus, nanti kita pikirkan ke depan apa nih, recovery apakah dalam bentuk rehabilitas atau seperti apa, itu yang akan kita segera diskusikan," lanjutnya.
Sementara itu, warga yang kehilangan dokumen penting seperti KTP dan ijazah akan difasilitasi pengurusan ulang secara gratis oleh Dinas Dukcapil. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan oleh Puskesmas Serpong 1 di lokasi pengungsian.
Untuk sementara, para korban akan tetap tinggal di pengungsian hingga kondisi memungkinkan.
"Kita beri waktu mereka recovery dulu secara mental. Sambil cari solusi tempat tinggal sementara atau permanen," tambah Pilar.
Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu rumah.
"Saya belum mendapatkan informasi resmi karena pasti dari kepolisian melakukan forensik, nanti mungkin dari kepolisian akan menyampaikan hasil forensik kejadian kebakaran ini. Tapi dugaan awal adalah korsleting dari salah satu rumah warga," pungkasnya.
Editor : Hendra