Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Penataan Pasar Serpong Tangsel Dimulai September 2025, Pilar Saga Ichsan Lakukan Pendataan Pedagang

Muhtamimah • Kamis, 28 Agustus 2025 | 07:00 WIB

 

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan penataan Pasar Serpong akan dimulai pada September 2025. Para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di luar pasar akan direlokasi ke dalam area pasar.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan, dirinya baru saja melakukan blusukan ke Pasar Serpong. Relokasi PKL memang diperlukan demi menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Alhamdulillah tadi saya sempat belanja dan ngobrol langsung dengan para pedagang di luar. Insya Allah mereka akan kita relokasi ke dalam pasar. Kami ingin semuanya tertata, pengunjung pun lebih nyaman," kata Pilar di wilayah Serpong (27/8).

Pemkot bersama jajaran camat dan lurah telah mendata jumlah PKL beserta sistem shiftnya, pagi, siang, dan malam. Semua data itu menjadi acuan untuk menyiapkan tempat relokasi yang layak di dalam pasar.

Pilar juga sudah meminta ke Perseroda  PITS (PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan) selaku pengelola Pasar Serpong untuk melakukan pembenahan fasilitas di dalam pasar. Mulai dari parkir, toilet, mushola, hingga penataan kios kosong yang bisa dioptimalkan untuk para pedagang yang direlokasi. 

"Pedagang yang di luar pasar sekitar 160. Ada tiga shift, mereka tidak hanya di jalan utama tapi ada yang di jalan Kampung, jalan desa," tambah Pilar.

Pilar menyebutkan, sebagian besar pedagang di luar area merupakan warga dari luar Tangsel, seperti Pandeglang, Rangkasbitung, dan Bogor. Namun, menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah selama aktivitas berdagang tidak melanggar aturan dan mengganggu pengguna jalan.

Selain penataan pedagang, Pemkot juga akan menertibkan parkir liar yang selama ini marak di sekitar pasar. Ada lima titik parkir yang akan direlokasi agar tidak menghambat lalu lintas.

"Kita sudah koordinasi dengan para pengelola parkir. Mereka siap bantu agar kendaraan diparkirkan di area dalam. Jalanan harus bersih dari parkir liar," tegas Pilar.

Untuk mendukung kelancaran program ini, Pemkot akan melakukan sosialisasi secara bertahap kepada pedagang, tokoh masyarakat, dan pengelola pasar. Pilar optimistis proses penataan akan berjalan lancar.

"Di bulan September ini mudah-mudahan bisa jalan. Ini kita masih tahap persiapan administratif, karena kita tidak bisa datang, tiba-tiba ngebubarin," ucapnya.

Penataan Pasar Serpong juga menjadi bagian dari sinkronisasi rencana pembangunan infrastruktur oleh Pemprov Banten. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi, telah dicantumkan pembangunan flyover Serpong dan underpass Jombang.

"Makanya ini kita tata dari sekarang. Supaya nanti ketika flyover dibangun oleh Pemprov, wajah Serpong sudah lebih rapi. Semua berjalan paralel," terang Pilar.

Diketahui, area Pasar Serpong saat ini masih memiliki status hak guna sampai 2028. Sehingga, penataan menyeluruh atau pembangunan ulang pasar baru bisa dilakukan setelah masa itu berakhir.

"Setelah 2028, nanti tergantung kebijakan Pak Wali. Apakah mau bangun ulang atau revitalisasi dengan mempercantik pasar yang sudah ada. Kita siapkan dua skema," pungkasnya.

Editor : Hendra
#pasar Serpong #tangerang selatan #tangsel #pasar #Pilar Saga Ichsan