Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Masih Minim! Tangsel Baru Punya 14 Dapur MBG, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Sebut Harusnya Perlu 71

Muhtamimah • Rabu, 30 Juli 2025 | 18:51 WIB
Seorang guru mengarahkan murid berkebutuhan khusus sebelum menyantap makanan saat pelaksanaan makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangsel, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Banten
Seorang guru mengarahkan murid berkebutuhan khusus sebelum menyantap makanan saat pelaksanaan makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangsel, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Banten

JawaPos.com - Ketersediaan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih sangat terbatas. Hingga kini, baru ada 14 dapur umum yang aktif melayani siswa.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, secara keseluruhan di Kota Tangsel membutuhkan dapur yang lebih banyak untuk kebutuhan MBG. Saat ini, baru terdapat 14 dapur.

Sementara jumlah sekolah yang ada di Tangsel sebanyak 157 SD, 24 SMP negeri. Belum termasuk swasta, yang jumlahnya hampir 2 kali lipat dari angka itu.

"Dari data yang kami hitung sebenarnya membutuhkan dapur sebanyak 71," ungkap Benyamin, kemarin (30/7).

Tentunya hal itu menjadi tantangan Pemkot Tangsel untuk terus mendirikan dapur sesuai kebutuhan. Keterbatasan dapur ini membuat program MBG belum menjangkau seluruh siswa.

"Saat ini baru sekitar 50 ribu siswa yang mendapat makan bergizi gratis," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni juga mengakui hal itu. Menurutnya, jumlah dapur umum di Tangsel saat ini masih jauh dari ideal. 

"Kalau idealnya, kami butuh 78 dapur," ujarnya. Untuk mempercepat pembangunan dapur MBG, pihaknya sudah mengajukan tiga lahan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dibangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Tiga lokasi tersebut, salah satunya di Pondok Aren dan Ciputat. "Sistemnya nanti pinjam pakai aset Pemkot," terang Deden.

Dia menambahkan, belum meratanya penerima MBG kerap menimbulkan pertanyaan dari pihak sekolah. Deden menegaskan bahwa Pemkot Tangsel terus berkoordinasi dengan BGN agar cakupan MBG bisa diperluas.

"Banyak yang bertanya kapan giliran mereka. Tapi kita jelaskan, membangun SPPG itu butuh waktu. Kita upayakan terus. Pada waktunya, semua akan mendapat giliran makan siang bergizi," pungkasnya. 

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni.

Baca Juga: Menu MBG Basi dan Berlendir, Pengiriman Makanan ke SDN Rawa Buntu 03 Tangsel Dihentikan

Editor : Hendra
#dapur MBG #tangerang selatan #Mbg #Benyamin Davnie #tangsel