Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Penanganan Banjir Tangsel Belum Maksimal, Fraksi PSI Minta Wali Kota Benyamin Davnie Hadirkan Solusi Bersama

Muhtamimah • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:16 WIB
Banjir di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Selasa (8/7).
Banjir di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Selasa (8/7).

JawaPos.com - Penanganan banjir di Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangsel menilai penanganan banjir di wilayah tersebut belum maksimal.

Sebagaimana diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa mencatat akibat intensitas hujan yang tinggi pada Senin, 7 Juli 2025 tercatat ada 22 titik genangan dan banjir. Adapun jumlah warga terdampak banjir itu sebanyak 1.530 kepala keluarga (KK).

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel Ferdiansyah mengatakan, banjir pada Senin (7/7) yang lalu menjadi salah satu banjir besar yang terjadi di Tangsep pada tahun ini.

Banyak cerita yang disampaikan dari masyarakat Tangsel ke pihaknya, seperti sudah tinggal selama 10 tahun di salah satu perumahan di Tangsel dan baru mengalami pertama kali banjir yang besar di perumahan tersebut.

"Ini sebenarnya bukan masalah baru, tetapi masalah yang lama dan terus berulang untuk beberapa wilayah. Kami harap Pemkot Tangsel harus lebih serius untuk penangganan banjir di Tangsel, baik itu preventif (sebelum kejadian) maupun reaktif (pada saat kejadian) agar bisa komprehensif," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel itu kepada Jawa Pos, Rabu (9/7).

Menurut Ferdi, persoalan banjir bukan hal yang baru bagi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Karena sebelumnya sudah menjadi Wakil Wali Kota Tangsel selama dua periode dan Wali Kota Tangsel satu periode.

"Ini periode kedua beliau sebagai Wali Kota. Jadi harusnya sudah khatam masalah-masalah yang terjadi di Tangsel," ujarnya.

Menunurutnya, sejauh ini sudah ada progres penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel. Diantaranya, pembuatan tanggul penahan banjir dan peninggian turap di beberapa wilayah, namun belum maksimal.

"Karena hal tersebut merupakan salah satu solusi yang dapat di lakukan oleh Pemkot dari sekian banyak solusi lainnya dan ini merupakan hal yang baik. Akan tetapi, musibah kan tidak mengenal waktu jadi Pemkot Tangsel harus bergerak cepat untuk penanganan hal ini," terangnya.

Dia menuturkan, Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel sangat mendukung kerja-kerja Pemkot yang terarah agar permasalahan yang ada di Tangsel dapat teratasi. Termasuk, membantu memperjuangkan kebijakan anggaran di DPRD Kota Tangsel, selama itu menyentuh langsung pada masalah yang ada di masyarakat. 

"Titik-titik banjir ini kan relatif sudah lama ada dan titik titik baru yang muncul dari banjir besar yang kemarin terjadi," lanjutnya.

Karena itu, pihaknya meminta Pemkot Tangsel dapat mengajak seluruh pihak agar dapat berkontribusi dalam penanganan banjir. Supaya tidak kerja sendirian dan semua pihak merasa memiliki tanggung jawab.

"Kerja sama daerah sekitar Tangsel menjadi penting karena aliran sungai banyak yang menyempit dan debit air yang semakin banyak. Sehingga hal tersebut harus di bicarakan dan di putuskan secara bersama oleh para kepala daerah lainnya, seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor bahkan juga baiknya dengan kota Depok dan Pihak Provinsi Daerah Khusus Jakarta," imbuhnya.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie meninjau banjir di Pondok Maharta, Selasa (8/7).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie meninjau banjir di Pondok Maharta, Selasa (8/7).

Editor : Hendra
#tangerang selatan #Benyamin Davnie #banjir #tangsel #psi