JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melangkah maju dalam pengelolaan lingkungan dengan menghadirkan proyek revolusioner Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Proyek ini tidak hanya akan mengatasi permasalahan gunungan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan dan masyarakat, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Kapasitas Pengolahan Sampah yang Besar
PSEL Cipeucang dirancang untuk mengolah hingga 1.100 ton sampah setiap harinya, mencakup 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama yang telah menumpuk di TPA. Dengan teknologi mutakhir Moving Grate Incinerator (MGI), fasilitas ini mampu mengurangi hampir seluruh volume sampah tanpa perlu proses pemilahan yang rumit.
Hal ini menjadi solusi efektif dalam mengurangi risiko bencana lingkungan seperti longsor, kebakaran, dan pencemaran air tanah yang selama ini mengganggu warga sekitar.
Teknologi Ramah Lingkungan dan Bebas Bau
Teknologi pembakaran sampah yang digunakan di PSEL Cipeucang memanfaatkan panas pembakaran untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin listrik. Proses ini menghasilkan listrik bersih yang dapat menambah pasokan energi terbarukan di tengah perkembangan Kota Tangsel yang pesat.
Selain itu, fasilitas ini didesain mengikuti standar lingkungan internasional sehingga tidak menimbulkan bau atau polusi udara yang mengganggu masyarakat sekitar.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi Lokal
Dengan kapasitas menghasilkan listrik sebesar 15,7 Megawatt (MW), PSEL Cipeucang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah melalui penjualan listrik sesuai tarif yang diatur oleh pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tangsel, baik dari segi lingkungan yang lebih bersih maupun peningkatan ekonomi lokal.
Kolaborasi Strategis dan Jadwal Operasional
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangsel dengan investor swasta, Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau, serta mitra teknologi asal China, Tianying Inc (CNTY). Setelah resmi memenangkan lelang pada April 2025, proyek ini dijadwalkan mulai konstruksi pada tahun 2026, uji coba operasional pada 2028, dan beroperasi penuh secara komersial pada tahun 2029.
PSEL Cipeucang menjadi terobosan penting dalam pengelolaan sampah di Tangerang Selatan. Dengan mengubah limbah menjadi energi listrik bersih, proyek ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Inovasi ini patut menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah