JawaPos.com - Indonesia kini mencatat sejarah baru di dunia olahraga musim dingin dengan resmi memulai pembangunan Ice House Sportindo, arena es airdome terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di BSD City, Tangerang.
Dibangun di atas lahan seluas 4.000 m² dan menggunakan teknologi airdome, struktur bertekanan udara yang dilapisi membran khusus, arena ini bukan sekadar arena olahraga, melainkan ekosistem inklusif untuk pembinaan, kompetisi, hingga rekreasi masyarakat umum.
Ice House Sportindo dan Potensi Olahraga Musim Dingin di Negara Tropis
Apa yang membedakan Ice House Sportindo dari arena es lain di dunia?
Dilansir dari laman bsdcity.com, Ice House Sportindo menjadi pionir dalam membuktikan bahwa olahraga es bukan lagi monopoli negara empat musim. Dengan teknologi airdome yang efisien dan adaptif terhadap iklim tropis, arena ini mampu menjaga suhu optimal untuk pembentukan es tanpa memerlukan struktur berat seperti gedung konvensional.
Ini adalah terobosan yang belum pernah diangkat secara mendalam di media manapun, tentang bagaimana Indonesia mampu menciptakan ekosistem kompetisi musim dingin yang berkelanjutan di tengah iklim yang jauh dari salju.
Kehadiran Ice House Sportindo membuka peluang besar bagi Indonesia untuk membangun komunitas olahraga es yang sebelumnya hanya berkembang di negara empat musim. Tidak hanya itu, arena ini juga menjadi katalis bagi tumbuhnya talenta lokal di cabang olahraga yang selama ini dianggap "eksklusif" dan sulit diakses.
Dengan fasilitas premium seperti ice hockey house, akademi khusus anak-anak, pro shop, hingga kafe dan bar, Ice House Sportindo juga menawarkan ruang komunitas yang inklusif. Area ini dapat digunakan untuk berbagai acara, mulai dari pesta ulang tahun hingga event korporasi, sehingga memperkuat posisinya sebagai destinasi sportainment bertaraf internasional.
Teknologi Airdome Pertama di Asia Tenggara
Pembangunan Ice House Sportindo mengadopsi teknologi airdome yang efisien dan adaptif terhadap iklim tropis seperti di Indonesia.
Struktur airdome ini menawarkan sejumlah keunggulan signifikan. Pertama, konstruksi airdome yang umumnya memerlukan material yang lebih sedikit dibandingkan bangunan konvensional dengan bentangan luas yang sama.
Dari segi waktu pembangunan, airdome cenderung lebih cepat didirikan karena sistemnya yang modular dan tidak memerlukan banyak penyangga internal. Lebih lanjut, desain airdome yang melengkung secara alami menciptakan ruang interior yang luas dan bebas kolom, ideal untuk arena olahraga es yang membutuhkan area terbuka lebar.
Material yang digunakan pada airdome modern dirancang untuk tahan terhadap kelembaban tinggi, curah hujan yang tinggi, dan paparan sinar matahari yang intens, membantu menjaga suhu di dalam arena tetap stabil dan optimal untuk aktivitas olahraga es.
Ice House Sportindo bukan hanya sekadar arena olahraga es, melainkan simbol kolaborasi pemerintah, swasta, federasi, dan komunitas dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif, berkelanjutan, dan siap bersaing di panggung global. Dengan teknologi airdome yang inovatif, Indonesia siap menulis babak baru dalam sejarah olahraga musim dingin di kawasan tropis. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah