Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Terdampak Efisiensi, Pemkot Tangsel Hanya Bangun 50 Septic Tank di Tahun 2025

Muhtamimah • Sabtu, 22 Maret 2025 | 12:36 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Tuang (DCKTR) Kota Tangsel Budi Rachmat saat diwawancarai terkait pembangunan septic tank di wilayah Serpong, (21/3).
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Tuang (DCKTR) Kota Tangsel Budi Rachmat saat diwawancarai terkait pembangunan septic tank di wilayah Serpong, (21/3).

JawaPos.com - Tahun ini, Pemkot Tangerang Selatan akan membangun 50 septic tank. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Tuang (DCKTR) Kota Tangsel Budi Rachmat.

"Tahun ini 50 titik (pembangunan septic tank). Jauh menurun dibanding tahun lalu," Budi di wilayah Serpong, Jumat (21/3).

Dia menjelaskan, sebenarnya untuk usulan pembangunan septic tank yang masuk ada 1.000 lebih. Namun, karena keterbatasan anggaran, hanya 50 rumah yang akan dibangun septik tank.

"Kan kita efisinesinya lumayan. Semua dipotong-potongin, jadi mau engga mau. Usulannya 1.000 lebih, ada usulan dari Dinas Kesehatan (Dinkes)," ungkap Budi.

Dia menyampaikan, sebenarnya di 2025, pihaknya tidak ada rencana pembangunan septic tank. Karena, pihaknya menduga persoalan tersebut sudah selesai.

Sebelumnya pada 2023 sampai 2024, pihaknya sudah membangun ribuan septic tank. "Ternyata di masyarakat itu banyak yang ngajukan. Karena tahu gratis ya, atau tidak dipungut biaya makin banyak yang mengusulkan. Tapi mengusulkannya engga ke kami, ke Dinkes lewat sanitarian, puskesmas. Nah, dikumpulkan lagi ada seribu lebih. Saya sampaikan ke pak kadis, ada usulkan sekian tapi anggarannya tidak, adanya segitu yang penting ada," terangnya.

Dia menuturkan, nantinya dalam pembangunan septic tank pihaknya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Sebab, berdasarkan data yang masuk yang mengajukan pembangunan septic tank juga bukan warga kurang mampu. 

"Yang punya kontrakan, yang punya rumah-rumah pada ngusulin. Tapi mereka jadi pada ke kita. Jadi nanti akan dipilah-pilah, akan diverifikasi. Jadi kalau 50 titik, nanti skala prioritasnya mana, kita akan koordinasi dengan Dinkes," tuturnya.

Dia menegaskan, pembangunan septic tank hanya untuk masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrim. Merekalah yang memang wajib dibantu. 

"Yang bener-bener engga bisa bikin septic tank, nah itu wajib dibantu sama kita. Mulai pembangunan secepatnya, kita lagi nyari rekanan penyedia biotank-nya," pungkasnya.

 

 
Editor : Hendra
#tangerang selatan #tangsel #septic tank