JawaPos.com - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMPN 8 Kota Tangerang Selatan di Kelurahan Muncul, Kecamtan Setu menjadi perhatian publik. Sebab, lebih dari Rp 300 juta digunakan hanya untuk layanan pojok baca.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data resmi SMPN 8 Kota Tangsel menerima dana BOS 2024 tahap pertama sebesar Rp 715.200.000. Dari angka tersebut, 42,26 persen atau Rp 302.262.100 digunakan untuk pengembangan perpustakaan atau layanan pojok baca.
Kepala SMPN 8 Kota Tangsel Muslih mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan buku kurikulum merdeka. Adapun jumlah yang dibeli dari dana tersebut mencapai 7.000 buku.
"Buku yang dibeli mencakup 10 mata pelajaran kelas 9. Kemudian buku kesenian dan olahraga untuk semua siswa kelas 7 hingga 9, dengan total sekitar 7.000 eksemplar," terang Muslih saat ditemui di SMPN 8 Kota Tangsel, Selasa (14/1).
Dia menerangkan, buku tersebut diperuntukkan bagi para siswa di sekolah. Bila melihat anggaran yang digunakan untuk pengembangan perpustakaan atau layanan pojok baca yang mencapai Rp 300 juta lebih, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata sekolah yang ada di Tangsel.
"Inspektorat tidak menemukan masalah dalam pencatatan anggaran ini. Dana Rp 300 juta sepenuhnya digunakan untuk mendukung pembelajaran melalui pembelian buku kurikulum Merdeka," lanjutnya.
Kendati demikian, dia masih harus memastikan lagi secara pasti alokasi dana tersebut. Muslih mengaku tak hafal terkait data tersebut.
"Saya akan cek lagi ke operator sekolah dan lihat datanya. Kalau memang ada kesalahan judul, itu bisa diperbaiki. Sekarang saya tidak memegang datanya, jadi harus dicek lagi," pungkasnya.
Editor : Hendra