JawaPos.com – Kematian misterius satu keluarga di Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (15/12/24) memunculkan berbagai spekulasi. Tewasnya keluarga tersebut diduga karena terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).
Keluarga yang terdiri atas seorang suami berinisial AF (31), istri berinisial YL (28), dan balita berinisial AA (3) ditemukan tewas di Kampung Poncol, RT 5/2, Kelurahan Cirendeu. Saat ini, ketiga jenazah masih dalam proses visum dan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Beberapa netizen Facebook yang mengaku sebagai tetangga korban sempat menerangkan kesaksiannya terkait kematian AF, YL, dan AA. Informasi tersebut disebarkan melalui grup Info Ciputat Tangsel.
Salah seorang netizen bernama Rer* mengungkapkan dugaan adanya keterlibatan pinjol dan judol dalam penyebab kematian ini. Ponsel AF ditemukan telah direset ulang ke setelan pabrik dan SIM card dibuang.
"Iya emang susah karna hape laki nya di restart dan simcard nya dibuang,coba polisi tanya2 ke warung sekitar rumah nya kan ada yg liat setengah 6 pagi masih ke warung dan tanya temen kerja nya(yg bagiannya) dia lagi main judol gak buat make sure aja pak," tulis Rer* di grup Facebook Info Ciputat Tangsel.
Sebelumnya, di grup tersebut Rer* juga menjelaskan kronologi tewasnya satu keluarga tersebut, di mana YL dan AA merupakan korban pembunuhan oleh AF. YL dibunuh dengan dijerat di bagian leher, sementara AA dibunuh sampai mulut berbusa dan mengeluarkan darah. Setelah membunuh keluarganya, AF kemudian mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.
Menurut Rer* yang mendapatkan informasi dari sejumlah orang, YL sempat keluar rumah pukul tiga pagi. YL pun sempat disapa dan menjawab "lagi pusing". Lalu pada pukul setengah enam pagi, salah seorang pedagang warteg menjumpai YL di luar rumah.
“Terus setengah 6 orang warteg liat dia mash ke warung apa beli tambang kali saya juga kurang paham tapi yg jelas bini sama anak nya pas ditemuin kaku,si bini ada bekas jeratan di leher dan anak nya mulutnya berbusa dan keluar darah juga ah gitu deh ka sedih,” tulis Rer*.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas Arifin menyatakan, pihaknya akan menerjunkan ahli digital forensik guna mendalami perihal motif bunuh diri akibat terlilit hutang pinjol.
"Belum bisa kami pastikan (motif bunuh diri karena pinjol) karena kami akan menggunakan scientific crime investigation untuk membuat jelas. Nanti kami akan Libatkan juga ahli digital forensik, kedokteran forensik," kata Kemas kepada wartawan (16/12/24).
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah