Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Debat II Pilkada Tangsel 2024 : Ruhamaben-Shinta Kembali Paparkan Kartu Tangsel Sejahtera, Tingkatkan Pelayanan dan Pembangunan Merata

Salma Faiza Pratomoputri • Kamis, 21 November 2024 | 23:34 WIB

 

Tangkapan layar - Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut 2 Ruhamaben- Shinta dalam Debat Kedua Pilkada Tangsel Kamis (21/11/2024). (Dok. Youtube KPU Tangerang Selatan).
Tangkapan layar - Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut 2 Ruhamaben- Shinta dalam Debat Kedua Pilkada Tangsel Kamis (21/11/2024). (Dok. Youtube KPU Tangerang Selatan).

JawaPos.com - Debat kedua antara Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan kembali digelar Kamis, (21/11/2024).

Kedua Paslon kembali menyampaikan program kerja dan visi misi mereka melalui tema debat “Hubungan Antara Pemerintahan Daerah dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat, serta Pentingnya Penguatan NKRI dalam Pembangunan Daerah.” 

Seperti yang diketahui, pada tahun 2024 tingkat kemiskinan di kota Tangerang Selatan telah mencapai 2,36% atau sekitar 43,33 ribu jiwa. Masih terdapat banyak warga miskin di kota Tangsel sehingga membutuhkan perhatian khusus agar dapat hidup layak dan sejahtera.

Menanggapi masalah tersebut, Paslon nomor urut 2 Rumahaben dan Shinta Wahyuni Chairuddin kembali memaparkan tentang program kartu Tangsel Sejahtera yang sebelumnya sudah pernah disebutkan pada debat tempo lalu (12/11). 

“Kemiskinan dan pengangguran itu adalah mata uang yang bersebelahan. Untuk ini, tentunya kami akan membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, stabilitas harga, subsidi, memastikan harga terjangkau lalu mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan menjadikan pendapatan masyarakat meningkat," ujar Calon Wakil Wali Kota nomor urut 2, Shinta Wahyuni Chairuddin pada debat pilkada kedua Tangsel 2024 (21/11/2024). 

Baca Juga: Debat II Pilkada Tangsel 2024: Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan Usung Program D3 untuk Atasi Kesenjangan Ekonomi, Sentil Juga Isu Lahan Parkir

Shinta juga menambahkan jika ada lima manfaat kartu Tangsel Sejahtera yang akan diterima masyarakat miskin.

Di sisi lain, kebijakan perluasan kota Tangsel yang tidak terencana juga menyebabkan perluasan wilayah perkotaan menjadi tidak terkendali sehingga berdampak pada ketimpangan penyediaan layanan masyarakat kota, seperti tidak ada pelayanan air bersih, drainase, sanitasi, jalan buruk, tidak ada pengurusan sampah, dan lain sebagainya. 

Hal ini juga turut menjadi perhatian bagi Paslon nomor urut 2 sehingga mereka menjanjikan adanya kemudahan dalam penyediaan layanan masyarakat, terutama pada ketersediaan air bersih dan pembangunan drainase yang baik. 

“Salah satu yang menjadi konsen adalah disparitas pembangunan, kualitas pembangunan yang memang dirasakan masyarakat kita. Kita dibantu oleh pengembang-pengembang besar sehingga seolah tangsel itu memang sudah terbangun dengan baik. Namun, jika dilihat dari daerah yang tidak disentuh pengembang besar," tegas Rumahaben, Calon Wakil Wali Kota nomor urut 2. 

Ruhamaben-Shinta juga merasakan kualitas pembangunan yang perlu diperbaiki. Duet pasangan yang diusung PKS ini akan membuat masterplan drainase daerah yang disahkan agar terkoneksi dengan baik.

"Sehingga semua air mengalir menuju yang tepat jangan sampai berkumpul sehingga menjadi banjir,” tambah Ruhamaben.  

Paslon nomor urut 2 juga kembali menegaskan bahwa mensejahterakan warga merupakan salah satu poin penting untuk menjaga NKRI. Oleh karena itu, kehadiran kartu Tangsel Sejahtera akan terus memperhatikan kebutuhan warga Tangsel sesuai dengan visi Paslon nomor urut 2 yang berbunyi “Majukan kotanya, sejahterakan warganya.”

 
Editor : Hendra
#tangerang selatan #debat #tangsel #pilkada