Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kekerasan Anak dan Perempuan Tangsel Naik Jadi 268 Kasus, Terbanyak Ada di Pondok Aren dan Pamulang

Muhtamimah • Minggu, 10 November 2024 | 12:05 WIB
Ilustrasi kasus kekerasan seksual. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Ilustrasi kasus kekerasan seksual. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Kota Tangsel mengungkapkan jumlah kekerasan anak dan perempuan mencapai 268 kasus. Angka tersebut merupakan sata Januari sampai Oktober 2024.

Kepala UPTD PPA Kota Tangsel Tri Purwanto mengungkapkan, 268 kasus itu dialami oleh 61 anak laki-laki, 108 anak perempuan dan 99 perempuan dewasa.

Dia menjelaskan, ratusan kasus kekerasan itu terjadi di rumah tangga sebanyak 130, di tempat kerja di 4, di sekolah ada 27, ruang publik ada 94, dan media sosial terdata 13 kasus.

"Bila dibandingkan dengan periode 2023 angka tahun ini menurun. Pada 2023 jumlah kasus kekerasan anak dan perempuan pada Januari sampai Oktober sebanyak 287 kasus, di 2024 sebanyak 268," ungkap Tri, Minggu (10/11).

Tri menyampaikan, 268 kasus itu terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Tangsel. Yakni Serpong ada 23, Serpong Utara ada 21, Ciputat ada 44 dan Ciputat Timur ada 22 kasus.

Kemudian di Pamulang ada 29, Pondok Aren ada 40, Setu ada 13 dan luar Tangsel sebanyak 76. "Untuk luar Tangsel, TKP-nya di Tangsel tapi bukan warga Tangsel," terangnya.

Dalam pencegahannya, lanjut Tri, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel sudah melakukan sosialisasi secara masif tentang hotline pengaduan UPTD PPA Kota Tangsel. Sosialiasi dilakukan ke sekolah, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan aparat pemerintah.

"Data sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sejak Januari sampai Oktober 2024 sudah diberikan kepada 69.115 orang. Terdiri dari orang tua sebanyak 661 orang, anak 49.429 orang, guru 3.441 orang, mahasiswa 11.085 orang, masyarakat 992 orang serta calon pengantin 3.018 orang," imbuhnya.

Editor : Hendra
#tangerang selatan #tangsel #perempuan #kekerasan anak