JawaPos.com - Tangerang Selatan baru saja diguyur hujan deras dan badai angin kencang. Jasa Marga melaporkan adanya tebing yang longsor di bahu jalan tol Serpong-Cinere.
Selain itu, ada juga pohon tumbang di perumahan Permata Green Cinere, perbatasan Ciputat Timur Tangerang Selatan dan Cinere, Depok.
Dalam beberapa bulan ke depan, kemungkinan intensitas hujan akan meningkat, disertai angin kencang.
Bagi umat Islam, hujan merupakan rahmat dari Allah yang sangat penting untuk kehidupan manusia dan juga makhluk lain di muka bumi.
Saat turun hujan, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa supaya air hujan yang turun benar-benar menjadi rahmat dan membawa keberkahan, bukan malah melahirkan air bah atau bencana.
Selain dianjurkan membaca doa saat turun hujan, setelah hujan reda atau hujan berhenti, umat muslim juga dianjurkan untuk membaca doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas turunnya hujan yang merupakan karunia besar.
Dengan berdoa setelah hujan reda, umat juga memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan bagi manusia dan alam semesta.
Berikut doa setelah hujan reda lengkap dengan Arab, latin dan artinya:
Bagi umat Islam, hujan merupakan rahmat dari Allah yang sangat penting untuk kehidupan manusia dan juga makhluk lain di muka bumi.
Saat turun hujan, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa supaya air hujan yang turun benar-benar menjadi rahmat dan membawa keberkahan, bukan malah melahirkan air bah atau bencana.
Selain dianjurkan membaca doa saat turun hujan, setelah hujan reda atau hujan berhenti, umat muslim juga dianjurkan untuk membaca doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas turunnya hujan yang merupakan karunia besar.
Dengan berdoa setelah hujan reda, umat juga memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan bagi manusia dan alam semesta.
Berikut doa setelah hujan reda lengkap dengan Arab, latin dan artinya:
- مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirnā bi fadhlillāhi warahmatih.
Artinya: Kita dihujani dengan anugerah dan rahmat Allah.
Doa di atas terdapat dalam Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten halaman 114.