JawaPos.com – Dalam upaya memberikan akses perumahan bagi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) membangun dua Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).
Rusunawa merupakan perumahan dengan biaya sewa yang bisa dijangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pengelolaan rusunawa diurus oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan.
Terdapat dua rusunawa di Tangsel, yakni Rusunawa Situ Gintung dan Rusunawa Serua. Untuk menghuni di antara kedua rusunawa tersebut, penyewa tidak boleh berpenghasilan lebih dari Rp4,5 juta per bulan dan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan profesi buruh sampai pelajar atau mahasiswa.
Meski dikenakan biaya sewa yang terjangkau, Pemkot Tangsel tetap memastikan rusunawa termasuk layak huni. Fasilitas yang disediakan di kedua rusunawa meliputi lapangan serbaguna, balai warga, musala, serta akses lainnya yang terbuka untuk umum.
Rusunawa Situ Gintung
Berlokasi di Situ Gintung, rusunawa ini memiliki luas sebesar 27 meter persegi. Setidaknya terdapat total 74 unit yang bisa ditinggali di Rusunawa Situ Gintung.
Fasilitas per unit yang ada di rusunawa ini mulai dari satu kamar utama, satu kamar mandi, ruang tengah, dan dapur. Unit disewakan tanpa furnitur penunjang.
Biaya sewa di Rusunawa Situ Gintung yakni berkisar paling murah Rp240 ribu di lantai 4 dan paling mahal Rp300 ribu di lantai bawah. Biaya ini belum termasuk air dan listrik.
Rusunawa Serua
Rusunawa ini berada di Serua, Ciputat. Terdapat 70 unit yang disediakan di Rusunawa Serua.
Fasilitas per unit di sini hampir mirip dengan Rusunawa Situ Gintung, yakni satu kamar utama, satu kamar mandi, ruang tengah, dan dapur. Bedanya, disediakan pula furnitur pelengkap, seperti area jemur dan satu kamar anak.
Biaya sewa di Rusunawa Serua yakni berkisar paling murah Rp520 ribu di lantai 5 dan paling mahal Rp600 ribu di lantai bawah.
Editor : Hendra