JawaPos.com - Kualitas indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia menjadi sorotan. Pasalnya untuk level ASEAN saja, posisi Indonesia ada di jajaran bawah. Perlu upaya serius untuk mengatasinya. Diantaranya adalah mendorong semakin banyaknya lulusan sarjana melanjutkan ke jenjang pascasarjana.
Sorotan terhadap kualitas IPM Indonesia itu menjadi salah satu tema pidato Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Ma’mun Murod Al-Barbasy. Pidato itu disampaikan pada gelaran wisuda yang diselenggarakan di Gedung Cendekia UMJ, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (25/10). Total ada 1.572 mahasiswa dari berbagai jenjang yang diwisuda.
Rektor Ma’mun mengarahkan supaya lulusannya dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Baik itu di jenjang magister (S2) maupun doktor (S3). Dia mengatakan bahwa IPM Indonesia saat ini termasuk yang terendah di negara-negara ASEAN.
Menurut dia, salah satu upaya mendongkrak IPM tersebut adalah meningkatkan kualitas SDM yang ada. ’’Dengan studi lanjut, harapannya para lulusan UMJ dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia di Indonesia,’’ tuturnya di Tangsel.
Guru Besar Ilmu Politik tersebut menambahkan, pendidikan merupakan salah satu indikator untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pendidikan. Dia juga menyampaikan Presiden Prabowo berupaya meningkatan minat matematika. Karena saat ini minat terhadap pelajaran matematika tidak sebanyak pelajaran lainnya.
Dalam kesempatan yang sama Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Widodo Muktiyo mengatakan bahwa masyarakat Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi persentasenya masih sangat kecil. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada wisudawan memanfaatkan kemudahan melanjutkan studi S-2 dan S-3 di UMJ dengan baik. ’’Kemudahan ini menandakan bahwa UMJ berkontribusi dan peduli untuk melanjutkan sekolah (pendidikan) secara terus menerus,’’ ucap Widodo.
Sementara itu Ketua Umum Ikatan Alumni (IKALUM) UMJ Ahmad Muhajir Sodruddin mengatakan, para wisudawan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. Serta mampu menjawab persoalan bangsa dan terlepas dari kepentingan oligarki.
Ia juga menekankan untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt. dan berterima kasih kepada semua orang yang membantu perkuliahan. Khususnya orang tua yang selalu ikhtiar dan berdoa dalam pendidikan tinggi yang ditempuh para alumni UMJ. ’’Setelah wisuda ini, persembahkan karya terbaik yang saudara miliki (di dunia kerja) kepada orang tua karena keberhasilan itu yang menjadi puncak kebahagiaan mereka,’’ kata Muhajir.