JawaPos.com – Penampilan Airin Rachmi Diany, mantan Wali Kota Tangerang Selatan, dikenal sebagai sosok elegan dan berwibawa, kerap menarik perhatian karena kepemimpinannya dan juga memiliki gaya berpakaian yang khas.
Di dalam berbagai kesempatan, Airin sering kali terlihat mengenakan batik dengan pilihan warna dan motif khas yang didominasi oleh warna biru muda dan kuning cerah, mencerminkan kecintaannya terhadap budaya lokal sekaligus menonjolkan citra profesional.
Salah satu motif batik yang kerap terlihat menghiasi penampilannya adalah batik bermotif anggrek. Motif anggrek ini menjadi khas Kota Tangerang Selatan, kota yang pernah ia pimpin selama 10 tahun. Dengan pilihan motif ini, Airin berhasil memadukan keindahan flora dan fauna dengan tampilan anggun yang seringkali didominasi dengan warna toska.
Motif anggrek dipilih sebagai motif khas bukan tanpa alasan. Ternyata, anggrek merupakan salah satu hasil pertanian terbesar di Kota Tangerang Selatan. Selain motif anggrek, terdapat dua motif lainnya yang dikembangkan Pemerintah Daerah, yaitu motif Blandongan dan motif moto Tangsel.
Berikut ini, mari mengenal lebih dalam motif batik anggrek yang menjadi ciri khas kota Tangerang Selatan.
Foto: Batik anggrek khas Kota Tangsel (Dok.Batik Prabuseno)
Di Tangerang Selatan, batik telah menjadi salah satu medium untuk mengangkat kearifan lokal dan memiliki karakteristik yang kuat. Perajin lokal di Tangerang Selatan terinspirasi dari kekayaan budaya dan alam sekitar mereka, yang kemudian dituangkan ke dalam motif batik yang indah. Berikut ini ikon budaya dan lingkungan setempat yang tercermin dalam motif batik Tangerang Selatan.
-
Ikon Flora dan Fauna
Tangsel memiliki kekayaan alam raya tumbuhan, pepohonan dan hewan, serta banyaknya area hijau dan penghijauan yang dilakukan dari generasi ke generasi. Motif flora dan fauna ini melambangkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan mereka yang asri.
-
Motif Anggrek Ungu Van Douglas
Anggrek ungu Van Douglas adalah bunga khas yang tumbuh subur di Tangerang Selatan dan terkenal berasal dari perkebunan di kawasan Pamulang yang harus dilestarikan. Motif ini menjadi simbol kecantikan dan keunikan flora lokal yang memberikan karakter tersendiri bagi batik Tangerang Selatan.
-
Motif Golok dan Blandongan
Senjata tradisional golok ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi masyarakat Betawi yang juga diabadikan di dalam motif batik Tangsel. Motif ini juga merupakan simbol dari kebudayaan blandongan, yaitu rumah atau saung tempat hasil kebun disimpan setelah dipetik.
Kombinasi dari ketiga motif ini menciptakan batik yang indah dan unik dan mencerminkan identitas lokal yang kuat. Kehadiran batik dengan motif khas ini menumbuhkan rasa bangga di kalangan masyarakat Tangerang Selatan, karena melalui batik, mereka dapat mengekspresikan sekaligus melestarikan warisan budaya serta kearifan lokal.
Editor : Hendra