Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Ungkap Sejarah Ciputat: Sempat Tak Diakui, Ganti Provinsi Tiga Kali, Hingga Mendunia Karena Peristiwa Kelam

Febria Adha Larasati • Senin, 30 September 2024 | 10:05 WIB

Peta Tangerang Selatan yang mencakup Ciputat (Dok. peta-hd.com)
Peta Tangerang Selatan yang mencakup Ciputat (Dok. peta-hd.com)

JawaPos.com - Nama Ciputat rupanya sudah tak asing terdengar di telinga masyarakat, apalagi tahun lalu kawasan ini terkenal dengan suhu panas paling tinggi se-Indonesia.

Nama Ciputat berasal dari kata “Ci” yang berarti air dan “Putat”, yang berarti nama pohon yang berguna untuk menghijaukan kawasan tersebut saat zaman dahulu. Wilayah ini pun memiliki sejarah unik yang perlu diketahui. 

Cek berikut ini sejarah unik Ciputat yang mungkin belum anda ketahui. 

Saat masa penjajahan oleh Belanda, Ciputat terdiri dari Rempoa, Pamulang, Cirendeu, hingga Pondok Cabe. Karena daerah strategis, membuat Ciputat menjadi opsi sentral perdagangan rempah-rempah dan hasil bumi oleh pemerintah Belanda. Ketika itu, etnis Tionghoa juga mendominasi pasar setempat, tetapi setelah Indonesia merdeka, peran ini berganti dikuasai Arab dan Betawi.

Masjid Agung Al-Jihad yang terletak di dekat Pasar Ciputat turut mewarnai sejarah Ciputat. Awalnya, masjid ini dibangun oleh tokoh masyarakat Ciputat beretnis Arab, yakni Tuan Salim yang menyumbangkan sebagian tanah miliknya. Tak disangka, masjid ini berfungsi sebagai pusat keagamaan sekaligus landmark Ciputat.

Pasca-kemerdekaan, Ciputat seolah-olah seperti “tanah tak bertuan” yang berarti kondisi tersebut terbalik dengan masa pra-kemerdekaan. Saat itu, Ciputat pernah bergabung dengan Jawa Barat dan Jakarta, sebelum akhirnya masuk ke Banten—provinsi baru hasil pemekaran Jawa Barat.

Hal ini membuat Wilayah Ciputat dipermainkan bagai bola ping-pong.

Akhirnya, Ciputat sah menjadi bagian dari Tangerang Selatan (Tangsel) pada 29 Oktober 2008 lewat UU No. 51 Tahun 2008. Kini, warga Ciputat lebih dikenal sebagai orang Banten, meski banyak yang masih merasa bagian dari Jakarta.

Pada saat ini, Ciputat dipadati oleh ratusan ribu jiwa dan didominasi oleh Suku Betawi juga Agama Islam. Lalu, Ciputat juga dikenal di kancah nasional, salah satunya dengan keberadaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta.

Bahkan, Ciputat juga sempat mendunia karena peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung pada 27 Maret 2009. Sebanyak 100 orang dilaporkan tewas pada persitiwa kelam itu.

Hal ini membuat semakin banyak orang yang lebih mengenal kawasan Ciputat, Tangsel.

Baca Juga: Dari Kampus UIN di Tangsel, Maila Dinia Husni Rahiem Masuk Top 2% Ilmuwan Terbaik Dunia Versi Universitas Standford

Sumber: TangselMedia.com

Editor : Hendra
#UIN Syarief Hidayatullah #tangerang selatan #tangsel #Situ Gintung #ciputat