JawaPos.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menangah Pertama (SMP) akan berlangsung minggu depan. Sayangnya, masih ada pemerintah daerah (pemda) yang mengaku terkendala perangkat untuk ujian.
Sebagai informasi, TKA SPM akan dimulai pada 6–16 April 2026. Ujian akan diselenggarakan dalam empat sesi setiap harinya. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar tercatat mencapai 4.207.516 siswa.
Keluhan ini salah satunya disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Husein Hanafi Suaib. Dia menyebut, sejumlah sekolah di tempatnya masih menghadapi tantangan soal kesiapan perangkat. Hal ini lantaran sebagian besar siswa yang mengikuti TKA masih mengandalkan laptop milik sekolah. Padahal, jumlahnya juga terbatas.
"Beberapa sekolah meminta bantuan guru untuk meminjamkan laptop selama pelaksanaan TKA," ujarnya dalam keterangannya Jumat (3/4).
Kami juga telah melaksanakan simulasi dan gladi bersih nasional untuk menguji kesiapan perangkat dan jaringan, serta berkoordinasi dengan PLN dan Telkom agar pasokan listrik dan internet tetap stabil,” ujarnya.
Kendati demikian, lanjut dia, dari koordinasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang dilakukan secara berjenjang telah dilakukan pemetaan wilayah hingga pemenetaan skema sekolah mandiri maupun sekolah menumpang.
"Kami juga menyiapkan tim teknis siaga," ungkapnya.
Dia juga memastikan, seluruh proses sudah siap. Baik itu sosialisasi petunjuk teknis, pendataan dan verifikasi peserta, hingga pemantauan sarana dan prasarana. "Mekanisme ujian susulan juga disiapkan bagi peserta yang terdampak kendala teknis," sambungnya.
Kesiapan yang sama juga disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Parjiyanti. Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar.
"Kami telah melaksanakan sosialisasi kepada kepala sekolah dan operator sekolah sejak Februari hingga Maret 2026, termasuk pelatihan khusus terkait pelaksanaan TKA," katanya.
Dari sisi infrastruktur, pengecekan kesiapan perangkat dan jaringan telah dilakukan di seluruh sekolah. Setiap satuan pendidikan pun diwajibkan mengikuti simulasi dan gladi bersih.
"Untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan, sekolah dapat bergabung dengan sekolah terdekat," jelasnya.
Selain itu pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom Indonesia untuk mengantisipasi gangguan teknis saat pelaksanaan TKA. Seperti, pemadaman listrik dan kendala jaringan selama pelaksanaan TKA.
Di Kab Manokwari sendiri tercatat ada 3.375 siswa telah terdaftar sebagai peserta TKA. Parjiyanti memastikan tidak ada siswa kelas 9 di Kab. Manokwari yang tertinggal.
Usai TKA SMP ini, selanjutnya akan digelar TKA jenjang SD. Dijadwalkan TKA ini berlangsung pada 20–30 April 2026. Bagi peserta yang mengalami kendala saat pelaksanaan, TKA susulan akan dilaksanakan pada 11–19 April 2026, dengan hasil diumumkan pada 25 Mei 2026.
Untuk diketahui, TKA merupakan instrumen penilaian nasional untuk mengukur capaian akademik siswa sesuai kurikulum. Selain itu, TKA bersifat tidak wajib dan tidak menjadi penentu
kelulusan.