Simak Penjelasan Proses Terjadinya Hujan, Ada Tiga Tahapan yang Saling Berkaitan
Ibnu Baihaqi• Sabtu, 2 November 2024 | 13:14 WIB
Ilustrasi siklus hujan
JawaPos.com - Sebagai negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia dikenal dengan curah hujannya yang tinggi sepanjang tahun. Posisi geografis yang unik, diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Hindia dan Pasifik), menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin muson. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan tingginya curah hujan di berbagai wilayah Nusantara.
Membahas soal hujan, pernahkah anda bertanya-tanya bagaimana tetesan air hujan terbentuk dan jatuh dari langit? Rupanya proses terjadinya hujan melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan, membentuk sebuah siklus hidrologi yang sangat menarik. Melansir dari RRI dan situs Universitas Cendekia Mitra Indonesia (UNICIMI), berikut penjelasannya.
1. Evaporasi
Pertama adalah evaporasi atau penguapan air yang ada di permukaan air dan perairan. Penguapan ini terjadi karena panas bumi serta sinar matahari. Panas tersebut akan membuat air menjadi hangat, dan lama-kelamaan akan berubah menjadi uap. Setelah itu uap air akan naik ke atas menuju tahap selanjutnya.
Tahap selanjutnya pengembunan uap menjadi partikel es yang disebut kondensasi. Proses pengembunan ini terjadi di awan yang membuat awan semakin besar dan berat karena menampung banyak air.
3. Presipitasi
Ketika awan tidak lagi mampu menampung air, maka partikel es di awan akan mencair dan terjadilah hujan. Proses pencairan awan ini dikenal sebagai presipitasi. Air hujan akan jatuh ke daratan maupun perairan, sehingga akan mengulang kembali siklus hujan.
Itulah proses terjadinya hujan, dengan memahaminya, kita akan semakin menghargai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar siklus air tetap berjalan dengan baik.