Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Cangkang Kura-kura Bisa Menjadi Senjata? Cek Fakta Menarik tentang Fungsi Unik yang Jarang Diketahui

Nurul Fitriyah • Kamis, 3 Oktober 2024 | 11:25 WIB

Ilustrasi cangkang kura-kura. (Dok. Deposit Photos)
Ilustrasi cangkang kura-kura. (Dok. Deposit Photos)

JawaPos.com – Tahukah Anda bahwa cangkang kura-kura memiliki fungsi yang lebih dari sekadar perlindungan? Ada banyak fakta mengejutkan tentang kegunaan unik cangkang mereka yang jarang diketahui. Simak fakta-fakta menarik ini dan temukan rahasia tersembunyi di balik cangkang kura-kura! 

Cangkang kura-kura adalah struktur keras yang melindungi tubuhnya. Terbuat dari tulang dan keratin, cangkang ini terdiri dari dua bagian, karapas di atas dan plastron di bawah, yang bekerja bersama untuk memberikan perlindungan dan stabilitas bagi kura-kura.

Peran vital cangkang kura-kura sebagai pelindung dan bagian dari sistem biologis yang kompleks. Mengetahui fakta-fakta menarik tentang fungsi dan komposisinya dapat meningkatkan pemahaman kita tentang ekosistem serta membantu upaya konservasi spesies yang terancam punah. 

Berikut 7 fakta paling menarik tentang cangkang kura-kura dilansir dari laman pangovet.com oleh JawaPos.com. 

  1. Tujuan Asli dari Cangkang Bukan untuk Bersembunyi

Cangkang kura-kura awalnya bukan untuk perlindungan dari predator, melainkan untuk membantu mereka berburu. Para ilmuwan menemukan bahwa cangkang pada spesies kura-kura awal tidak memberikan perlindungan maksimal terhadap kepala.

Hipotesis menyebutkan bahwa cangkang ini membantu mereka bergerak cepat dan menangkap mangsa seperti ikan kecil. Meski sekarang cangkang lebih sering dilihat sebagai alat perlindungan, awalnya ia berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup dalam perburuan.

Contohnya spesies kura-kura Jurassic dipercaya menggunakan cangkang mereka untuk bergerak cepat saat berburu ikan di air.

Baca Juga: Fakta Menarik Hewan Amfibi, Dominan Hidup di Salah Satu Alam dan Berdarah Dingin 

  1. Cangkang sebagai Perisai Baja dan Kamuflase 

Cangkang kura-kura terbuat dari bahan keras dan padat yang bertindak sebagai perisai. Fungsi utama cangkang adalah melindungi kura-kura dari benturan dan bahaya lingkungan lainnya.

Selain sebagai perisai, cangkang juga berperan sebagai alat kamuflase. Banyak kura-kura dapat berbaur dengan lingkungan sekitarnya sehingga predator melewati mereka tanpa menyadari keberadaannya.

Misalnya Seekor kura-kura yang bersembunyi di semak-semak mungkin terlihat seperti batu atau bagian dari tanah karena warna cangkangnya.

 

  1. Cangkang Memiliki Saraf

Cangkang kura-kura bukan sekadar pelindung fisik, tapi juga memiliki ujung saraf yang dapat merasakan sentuhan. Banyak orang salah mengira bahwa kura-kura tidak dapat merasakan apa pun melalui cangkangnya.

Faktanya, tempurung ini adalah organ besar yang berfungsi mirip dengan kulit manusia, sehingga kura-kura bisa merasakan tekanan atau benturan ringan melalui saraf yang ada di cangkangnya.

Contohnya ketika seekor kura-kura disentuh di bagian cangkangnya, ia bisa merasakan sentuhan tersebut dan mungkin merespons dengan menarik diri ke dalam cangkangnya.

 

  1. Bagian Atas dan Bawah Cangkang Berbeda

Cangkang kura-kura terdiri dari dua bagian utama, yaitu karapas (bagian atas) dan plastron (bagian bawah). Kedua bagian ini saling terhubung untuk melindungi tubuh kura-kura secara keseluruhan.

Karapas umumnya lebih keras dan tebal, sementara plastron melindungi bagian perut yang lebih sensitif. Setiap cangkang juga memiliki alur yang disebut sisik, yang berfungsi memperkuat struktur cangkang.

Misalnya pada kura-kura dewasa, karapas sering terlihat lebih menonjol dengan sisik-sisik yang terlihat jelas, sementara plastron lebih halus.

 

  1. Cangkang Bisa Retak dan Pecah

Meskipun kuat, cangkang kura-kura bisa retak atau pecah akibat benturan keras, seperti tertabrak mobil atau jatuh dari ketinggian. Kerusakan ini dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya jika tidak segera diobati. 

Bagi kura-kura peliharaan, perawatan dari dokter hewan dan pemberian antibiotik bisa menyelamatkan hidupnya. Namun, kura-kura liar yang mengalami kerusakan cangkang sering kali tidak mendapatkan perawatan yang sama.

Contohnya seekor kura-kura yang tertabrak mobil bisa mengalami retakan di cangkangnya dan memerlukan perawatan medis untuk mencegah infeksi.

Baca Juga: Kenali dan Jaga Satwa Langka Indonesia. Simak Daftar, Faktor Kelangkaan, dan Upaya Perlindungan terhadap Satwa Langka Indonesia

 

  1. Cangkang sebagai Senjata Selama Musim Kawin

Cangkang kura-kura tidak hanya digunakan sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai senjata saat musim kawin. Kura-kura jantan sering kali berkompetisi untuk mendapatkan pasangan dengan cara saling menyerang, bahkan membalikkan tubuh kura-kura lain. Gerakan ini bisa menyebabkan cedera pada cangkang dan tubuh mereka, baik jantan maupun betina.

Misalnya kura-kura jantan mungkin berusaha membalikkan lawannya dengan cara menggunakan cangkangnya sebagai alat untuk melawan selama musim kawin.

 

  1. Cangkang Membantu Kura-kura Berenang Lebih Cepat

Kura-kura mungkin lambat di darat, tetapi di air mereka adalah perenang yang cekatan. Cangkang mereka dirancang untuk membantu gerakan di air dengan lebih efisien. Kura-kura air dapat berenang dengan kecepatan hingga 22 mil per jam, tergantung pada spesiesnya, berkat desain cangkangnya yang ramping dan aerodinamis.

Contohnya kura-kura laut menggunakan bentuk cangkangnya yang ramping untuk bergerak cepat di air saat berburu mangsa atau melarikan diri dari predator.

Dengan memahami bahwa cangkang kura-kura bukan hanya pelindung, tetapi juga memiliki fungsi unik sebagai senjata pertahanan, kita bisa lebih menghargai makhluk menakjubkan ini. Selalu ada hal menarik untuk dipelajari tentang alam yang tak terduga!

Baca Juga: Tujuh Satwa Langka Yang Ada di Taman Safari indonesia, Mulai Komodo, Orangutan, Bekantan, hingga Kura-Kura Madagaskar

Editor : Hendra
#kura kura #cangkang