Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dari Tangsel ke Kuala Lumpur, Dua Mahasiswi Kesehatan UIN Beri Kontribusi Riset Virus Dengue di Universitas Malaya

Hendra Eka • Selasa, 1 Oktober 2024 | 11:00 WIB
Amanda Farras Wijdhan (kiri) dan Hening Nada Syaffana (kanan) bersama Dr. Heh Choon Han,  pakar di Fakultas Farmasi Universitas Malaya. (Dok. UIN)
Amanda Farras Wijdhan (kiri) dan Hening Nada Syaffana (kanan) bersama Dr. Heh Choon Han, pakar di Fakultas Farmasi Universitas Malaya. (Dok. UIN)

JawaPos.com - Dua mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangsel, Amanda Farras Wijdhan dan Hening Nada Syaffana dipercaya turut serta dalam proyek penelitian tentang virus dengue.

Keduanya terlibat dalam riset ini di Fakultas Farmasi, Universitas Malaya, Malaysia, selama 2 pekan, terhitung sejak 23 September hingga 4 Oktober 2024, melalui skema program student mobility.

Dalam program ini, kedua mahasiswi Program Studi Farmasi ini berpartisipasi dalam proyek penelitian terkait virus dengue sebagai salahsatu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di wilayah tropis dan subtropis, khususnya di negara-negara kawasan Asia.

Dekan Fikes UIN Jakarta, Prof. Zilhadia menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi dua mahasiswinya dalam penelitian di Universitas Malaya.

"Keterlibatan kedua mahasiswi dalam riset virus dengue di Universitas Malaya merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fikes UIN Jakarta tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional,” ujar Zilhadia.

Proyek riset sendiri berfokus pada penemuan in silico guna menentukan inhibitor potensial terhadap protease serin NS2B/NS3 dan polymerase NS5 DENV-2 dengan menggunakan skrining virtual.

Zilhadia menambahkan, pengalaman riset ini akan memperkuat kapasitas mereka sebagai peneliti muda dan tentunya akan membawa dampak positif dalam pengembangan ilmu kesehatan.

“Khususnya dalam penanganan penyakit tropis seperti dengue," tambahnya. 

Dalam partisipasinya, riset yang dilakukan Amanda menyoroti pentingnya enzim NS2B/NS3 serine protease, sedangkan riset Hening berfokus pada NS5 yang diketahui memainkan peran sentral dalam replikasi virus dengue.

Dalam proyek ini, keduanya melakukan skrining virtual guna menentukan inhibitor potensial terhadap protease serin NS3 DENV-2 yang diharapkan dapat menghambat replikasi virus dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

 

Diketahui, virus dengue merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Asia dan penelitian terkait penemuan obat atau terapi yang efektif sangat dibutuhkan. 

 

 

Editor : Hendra
#Dengue #UIN Syarif Hidayatullah #tangsel