JawaPos.com - Wafat merupakan salah satu bagian dari perputaran roda kehidupan. Siklus tersebut akan selalu ada di setiap individu.
Dalam ajaran Islam, kematian juga diterangkan dalam ayat dan hadits. Hidup di dunia merupakan waktu atau landasan untuk menjalani kehidupan setelah kematian.
Dikutip dari situs UIN Alauddin Makassar dan Al Fitrah Islamic Boarding School, berikut ini adalah deretan ayat dan hadits dalam Islam tentang kematian.
Ingat Kematian Bisa Membuat Lapang Dada
Banyak hal positif ketika kamu mengingat kematian. Salah satunya adalah kamu semakin lapang dada ketika mengingat kematian.
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أكثروا ذكر هاذم اللذات: الموت، فإنه لم يذكره في ضيق من العيش إلا وسعه عليه، ولا ذكره في سعة إلا ضيقها”
Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutuskan kelezatan, yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia akan menyempitkannya.” (HR. Ibnu Hibban).
Ingat Kematian Bisa Membuat Seseorang Cerdas
Muslim yang ingat kepada kematian tidak hanya lapang dada, namun juga cerdas.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»
Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita: Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik?" (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga: Alur Pendaftaran Akta Kematian di Tangsel, Mulai dari Dokumen Persyaratannya hingga Dokumen Jadi
Kematian adalah Isyarat
Bagi umat yang beriman, kematian merupakan sebuah isyarat untuk makhluk hidup di dunia untuk ingat kepada hari akhir.
موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر
Artinya: “Kematian mendadak adalah istirahat bagi mukmin dan penyesalan bagi orang kafir.” (HR. Ahmad).
Mereka yang Meninggal Tidak Dapat Beribadah Lagi
Orang yang sudah meninggal tidak akan bisa beribadah lagi. Kematian merupakan kiamat bagi dirinya.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ كَانَ الأَعْرَابُ إِذَا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَأَلُوهُ عَنِ السَّاعَةِ مَتَى السَّاعَةُ فَنَظَرَ إِلَى أَحْدَثِ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ فَقَالَ «إِنْ يَعِشْ هَذَا لَمْ يُدْرِكْهُ الْهَرَمُ قَامَتْ عَلَيْكُمْ سَاعَتُكُمْ
Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Orang-orang kampung Arab jika datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka bertanya tentang hari kiamat, kapan datangnya, lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kepada seorang yang paling muda dari mereka, kemudian beliau bersabda: Jika hidup pemuda ini dan tidak mendapati kematian, mulai saat itulah kiamat kalian datang.” (HR. Muslim).
Cuma Amal yang Dibawa Mati
Satu-satunya hal yang bisa dibawa oleh mereka yang meninggal dalam amal perbuatan semasa hidupnya.
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ تَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ مَا قَدَّمَ وَيَقُوْلُ النَّاسُ مَا خَلَّفَ
Artinya: “Jika ada orang yang meninggal dunia, malaikat berkata apa yang telah lalu (amal), sedangkan manusia membicarakan apa yang ia tinggalkan (warisan).” (HR. Imam Baihaqi).
Husnuzan kepada Allah SWT Meski sedang Sakaratul Maut
Seorang muslim harus selalu berprasangka baik atau husnuzan kepada Allah SWT agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
Artinya: “Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR. Muslim).
Warisan Orang Meninggal
Biasanya, warisan menjadi bahan pembicaraan mereka yang masih hidup.
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ تَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ مَا قَدَّمَ وَيَقُوْلُ النَّاسُ مَا خَلَّفَ
Artinya: “Jika ada orang yang meninggal dunia malaikat berkata apa yang telah lalu (amal), sedangkan manusia membicarakan apa yang ia tinggalkan (warisan).” (HR. Imam Baihaqi).
Selalu Beramal dan Beribadah sebelum Kematian Menjemput
Seperti disebutkan sebelumnya, amal kebaikan dan perbuatan adalah bekal setelah kematian.
ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ.
Artinya: “Dunia sudah pergi meninggalkan, dan akhirat datang menghampiri, dan setiap dari keduanya ada pengekornya, maka jadilah kalian dari orang-orang yang mendambakan kehidupan akhirat dan jangan kalian menjadi orang-orang yang mendambakan dunia, karena sesungguhnya hari ini (di dunia) yang ada hanya amal perbuatan dan tidak ada hitungan dan besok (di akhirat) yang ada hanya hitungan tidak ada amal.” (HR. Bukhari).
Tobat, Puasa Hati, dan Semangat Ibadah
Seseorang akan dimuliakan dalam tiga hal jika mengingat kematian, yaitu tobat, puasa hati, dan semangat ibadah.
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة، ومن نسى الموت عوجل بثلاثة: تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة” تذكرة القرطبي : ص 9
Artinya: “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal; bersegera tobat, puas hati, dan semangat ibadah, dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda tobat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah.”
Amal adalah Gambaran Perbuatan Semasa Hidup
Amal merupakan penggambaran perbuatan seseorang semasa hidupnya.
فيعرض عليهم أعمالهم ، فإذا رأوا حسنا فرحوا و استبشروا ، و قالوا : هذه نعمتك على عبدك فأتمها ، وإن رأوا سوءا قالوا : اللهم راجع بعبدك ” . أخرجه عبد الله بن المبارك في ” الزهد ”
“Lalu amal mereka diberitahukan (kepada ahli kubur). Jika dilihat amal baik, mereka bahagia dan berkata: Ini adalah nikmat-Mu untuk hamba-Mu, maka sempurnakanlah.. Jika amal buruk mereka berkata: ‘Ya Allah kembalikan hamba-Mu’.” (HR Ibnu al-Mubarak dalam Az-Zuhd).
Keinginan Orang yang Mati Syahid
Mereka yang mati syahid dan hidup lagi bukan karena ingin menikmati kenikmatan duniawi, tetapi untuk memperbanyak amalan.
مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ
“Tak ada seorang pun yang masuk surga kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid, dan dia tak menginginkan apa pun di dunia kecuali mati syahid. Ia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sebanyak sepuluh kali, ini disebabkan oleh kemuliaan (keutamaan mati syahid) yang dia saksikan.” (HR. Anas bin Malik).
Keinginan Muslim yang Saleh saat Meninggal
Muslim yang taat atau saleh selalu berkeinginan untuk langsung dimakamkan setelah meninggal.
إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ
“Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para laki-laki di atas pundak mereka, jika jenazah tersebut termasuk orang saleh (semasa hidupnya) ia berkata, ‘Bersegeralah kalian (membawa aku)!’ Jika ia bukan orang saleh, ia akan berkata, ‘Celaka, ke mana mereka hendak membawanya?’ Jeritan jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluk kecuali manusia. Seandainya manusia bisa mendengarnya, tentu mereka akan pingsan."
Hanya Allah yang Tahu Tentang Kematian
Hanya Allah SWT yang kapan kematian itu akan datang kepada umatnya.
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan Dia yang mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Lukman: 34).