Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mitos dan Fakta Tentang Jerawat. Yuk Simak Klarifikasi Medisnya Serta Langkah Mengobati Secara Ilmiah

Fially Fallderama Sugiharto • Jumat, 27 September 2024 | 09:08 WIB
Ilustrasi perbedaan kulit wajah bersih dan dengan bekas jerawat. (Dok. Freepik)
Ilustrasi perbedaan kulit wajah bersih dan dengan bekas jerawat. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Jerawat menjadi masalah kulit yang keberadaannya cukup mengganggu, terutama banyak terjadi pada remaja.

Seringkali kemunculan jerawat pada wajah seseorang ditanggapi secara mistis dan subjektif sehingga sering juga memicu kesalahpahaman. Dengan demikian, tak sedikit orang jatuh ke dalam pengetahuan soal jerawat yang keliru dan disinformasi.

Dengan mengungkapkan kebenaran di balik kesalahpahaman dan menjelaskan pilihan pengobatan yang efektif terhadap jerawat, simak beberapa mitos dan fakta yang disadur dari Times of India.

Mitos: Jerawat disebabkan oleh kebersihan yang buruk.

Fakta: Meskipun kebersihan sangat penting, jerawat adalah interaksi kompleks dari berbagai faktor termasuk genetika, ketidakseimbangan hormon, dan aktivitas bakteri di dalam kulit.

Mitos: Memencet jerawat adalah cara yang efektif untuk menghilangkan jerawat.

Fakta: Berlawanan dengan kepercayaan umum, memencet jerawat justru memperburuk masalah. Hal ini dapat menyebabkan jaringan parut, peradangan yang berkepanjangan, dan penyebaran bakteri.

Mitos: Hanya anak remaja yang mengalami jerawat.

Fakta: Jerawat tidak mengenal batas usia. Walaupun masa remaja adalah masa yang lazim untuk mengalami jerawat karena fluktuasi hormon, orang dewasa juga dapat terkena dampak yang sama.

Mitos: Makanan berminyak dan cokelat dapat memicu jerawat.

Fakta: Dalam temuan ilmiah tidak ditemukan hubungan langsung antara makanan tertentu dengan jerawat. Namun, diet seimbang dan nutrisi yang baik secara keseluruhan berkontribusi pada kesehatan kulit. Pemicu pribadi dapat bervariasi, sehingga penting untuk mengasosiasi diet individu.

Mitos: Jerawat bisa menular.

Fakta: Jerawat bukan kondisi yang menular. Jerawat tidak dapat menyebar melalui sentuhan, air liur atau cara kontak lainnya dengan orang yang terkena. Jerawat berkembang karena faktor kondisi internal tubuh seperti hormon, genetika, dan produksi minyak kulit.

Setelah proses klarifikasi untuk memahami mitos dan fakta mengenai jerawat, maka kita menyadari bahwa jerawat masalah medis yang dapat diobati secara ilmiah dan objektif. Berikut pilihan obat-obatan soal jerawat:

Perawatan secara topikal: Krim dan gel yang mengandung bahan-bahan seperti benzoil peroksida, asam salisilat, atau asam alfa hidroksi. Obat luar tersebut dapat membantu membuka pori-pori dan mengurangi peradangan. Obat luar ini dijual secara bebas di pasaran tanpa perlu resep dokter.

Obat resep dari dokter: Jika mengobati jerawat dengan obat-obatan pasaran tidak berhasil, dokter kulit dapat menjadi opsi sebagai langkah penyembuhan secara medis selanjutnya. Dokter kulit dapat meresepkan obat topikal atau obat yang kandungannya jauh lebih kuat dari obat-obatan bebas.

Terapi hormonal: Untuk orang yang mengalami masalah jerawat secara hormonal, maka pil KB atau obat-obatan anti-androgen dapat direkomendasikan untuk menyeimbangkan hormon.

Pengelupasan Kimiawi: pengelupasan kimiawi dapat mengurangi jerawat dengan mengangkat lapisan atas kulit, mendorong pertumbuhan sel baru.

Terapi laser dan cahaya: Perawatan ini dapat menargetkan bakteri dan mengurangi peradangan.

Isotretinoin (accutane): Obat oral ini adalah opsi terakhir untuk mengatasi masalah jerawat yang parah dan resisten terhadap pengobatan.

Perubahan gaya hidup: Penting untuk memulai memanajemen stres, pola makan yang sehat, dan perawatan kulit yang tepat sangat penting untuk mengatasi jerawat. Penting untuk diingat bahwa efektivitas perawatan jerawat dapat bervariasi dari orang ke orang.

Masalah jerawat pada seseorang bersifat kasuistik berdasarkan kondisi fisiknya. Maka, sangat penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan saran yang berdasarkan kondisi fisik personal dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tubuh. Yuk, hindari self-diagnosis agar jerawat tak makin parah. 

Editor : Hendra
#jerawat #Menular #terapi laser